
Kak Seto dirawat akibat seragan stroke ringan. Mengenali gejala awal serangan stroke bisa membantu menyelamatkan nyawa. (Instagram @kaksetosahabatanak)
JawaPos.com - Kasus stroke di Indonesia terus meningkat dan kini menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat.
Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, tercatat ada sekitar 8,3 penderita stroke per 1.000 penduduk, naik dari 7 per 1.000 pada tahun 2013.
Lonjakan ini menempatkan Indonesia sebagai negara dengan angka kematian dan disabilitas akibat stroke tertinggi di Asia Tenggara.
Stroke, atau gangguan aliran darah ke otak, bisa terjadi secara mendadak dan berdampak mematikan.
Namun, para ahli menegaskan bahwa risiko kematian dan kecacatan akibat stroke dapat ditekan jika gejalanya cepat dikenali dan pasien segera mendapatkan penanganan medis.
Waktu penanganan ideal stroke adalah kurang dari 4,5 jam sejak gejala pertama muncul, sebagai periode emas atau yang disebut Golden Period.
Melewati waktu tersebut, jaringan otak mulai rusak permanen, sehingga membuat proses pemulihan jauh lebih sulit.
Untuk itu, masyarakat diimbau memahami cara mengenali gejala stroke dengan mudah. World Stroke Organization (WSO) memperkenalkan metode FAST sebagai panduan praktis: Face, Arm, Speech, Time.
Pada penderita stroke, wajah sering kali tampak menurun sebelah atau sulit tersenyum karena salah satu sisi otot wajah melemah. Lengan atau tangan juga bisa terasa lemah, mati rasa, atau tidak mampu diangkat sejajar.
Penderita biasanya mengalami kesulitan berbicara, ucapan terdengar pelo, kacau, atau tidak dimengerti, dan mereka juga sulit memahami perkataan orang lain.
Jika tanda-tanda ini muncul, waktu menjadi faktor penentu: segera bawa pasien ke rumah sakit siaga stroke terdekat.
“Mengenali gejala stroke penting, tidak hanya bagi orang dengan risiko tinggi seperti penderita hipertensi atau diabetes, tetapi juga bagi siapa pun di lingkungan keluarga dan kerja,” ujar dr. Richard Santoso, Head of Medical PT Anugerah Pharmindo Lestari, a Zuellig Pharma Company melalui keterangannya.
Dia melanjutkan, langkah cepat untuk membawa pasien ke rumah sakit dalam waktu kurang dari 4,5 jam bisa menentukan besar peluang pemulihan dan mencegah cacat permanen.
Sementara itu, Peringatan World Stroke Day 2025, yang jatuh pada 29 Oktober atau hari ini. Mengusung tema 'Every Minute Counts', setiap menit sangat berharga.
Tema ini menegaskan bahwa waktu adalah faktor paling krusial dalam upaya penyelamatan pasien stroke.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Persela Lamongan vs Deltras: Duel Sengit Dua Tim Teratas Grup B Championship
Prediksi Skor PSS Sleman vs PSM Makassar: Super Elang Jawa Berambisi Raih Kemenangan Pertama
Prediksi Skor Arema FC vs Bhayangkara FC: Berpeluang Imbang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Feyenoord vs AZ Alkmaar: Sama-Sama Produktif, Laga Berpotensi Imbang
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Surabaya Panas! Keringat Penjahit, Kipas Angin Laris, dan Tagihan Listrik Bengkak
Prediksi Skor Barcelona vs Getafe di Liga Spanyol: Blaugrana Pesta Gol di Camp Nou
Prediksi Susunan Pemain Como vs AS Roma: Fabregas Siapkan Taktik Subbuteo
Prediksi Skor Racing Santander vs Valencia: Los Che Terdesak, Hasil Imbang Jadi Skenario Realistis
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Emil Audero Incar Poin di Kandang

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022