
Ilustrasi gula stevia (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Stevia kini semakin populer sebagai alternatif alami pengganti gula, terutama di kalangan penderita diabetes yang ingin menikmati rasa manis tanpa khawatir akan lonjakan gula darah. Dikenal memiliki kadar kalori yang sangat rendah, stevia dianggap mampu membantu mengontrol kadar glukosa sekaligus mendukung gaya hidup sehat. Namun, seberapa aman dan efektif sebenarnya stevia untuk penderita diabetes?
Stevia merupakan pemanis alami yang berasal dari daun tanaman Stevia rebaudiana, semak yang tumbuh di kawasan Amerika Utara dan Selatan. Kandungan utama dalam stevia adalah senyawa steviol glikosida, yang memiliki tingkat kemanisan hingga 150–300 kali lebih tinggi dari gula pasir biasa. Meski sangat manis, stevia hampir tidak mengandung kalori, sehingga dikategorikan sebagai pemanis nol kalori.
Banyak produk stevia yang beredar di pasaran, seperti SweetLeaf, Truvia, dan Pure Via. Karena steviol glikosida memiliki sedikit rasa pahit setelah dikonsumsi, produsen biasanya menambahkan bahan lain untuk menyeimbangkan cita rasanya. Stevia dapat digunakan untuk minuman panas maupun dingin, ditaburkan di atas oatmeal, atau dicampurkan ke dalam makanan sehat lainnya.
Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), steviol glikosida termasuk dalam kategori "Generally Recognized as Safe (GRAS)" atau aman digunakan dalam makanan dan minuman. Namun, status ini hanya berlaku untuk ekstrak stevia murni, bukan daun stevia utuh yang belum diolah.
Hubungan Stevia dengan Diabetes
Bagi penderita diabetes, stevia menjadi solusi manis yang aman. American Heart Association (AHA) dan American Diabetes Association (ADA) menyatakan bahwa pemanis seperti stevia bisa bermanfaat jika digunakan secara bijak dan tidak disertai dengan konsumsi kalori berlebih setelahnya.
Dilansir dari Medical News Today, terdapat penelitian tahun 2018 yang menunjukkan bahwa konsumsi makanan yang diberi pemanis stevia, seperti puding kelapa rendah kalori, dapat menurunkan kadar glukosa darah dalam waktu 60 hingga 120 menit setelah dikonsumsi, bahkan sebelum tubuh memproduksi insulin. Hal ini menunjukkan bahwa stevia berpotensi membantu menjaga kestabilan gula darah.
Selain itu, beberapa studi menemukan bahwa stevia dapat menurunkan kadar trigliserida dan kolesterol pada penderita diabetes, sekaligus membantu mencegah kerusakan hati dan ginjal yang kerap menjadi komplikasi penyakit ini.
Manfaat Stevia Berdasarkan Penelitian
Berbagai riset menunjukkan sejumlah manfaat stevia bagi penderita diabetes. Studi tahun 2016 mengungkap bahwa bubuk daun stevia kering mampu menurunkan kadar gula darah baik dalam kondisi puasa maupun setelah makan. Selain itu, peserta penelitian juga mengalami penurunan kadar lemak darah.
Penelitian lain pada hewan percobaan tahun 2013 menunjukkan bahwa konsumsi bubuk daun stevia dapat mengurangi risiko kerusakan hati dan ginjal. Studi lanjutan pada tahun 2015 menemukan bahwa stevia memiliki sifat antioksidan yang membantu melawan stres oksidatif, faktor yang turut memperburuk kondisi diabetes.
Manfaat lainnya adalah efek kenyang yang lebih lama. Dalam sebuah eksperimen kecil, peserta yang mengonsumsi camilan mengandung stevia merasa kenyang lebih lama meski kalorinya lebih rendah dibanding mereka yang mengonsumsi gula biasa. Kadar gula darah dan insulin mereka juga tercatat lebih stabil setelah makan.
Namun, meskipun hasilnya menjanjikan, ulasan dari lebih dari 370 penelitian menunjukkan bahwa bukti ilmiah tentang manfaat jangka panjang stevia masih belum sepenuhnya konklusif.
Risiko, Efek Samping, dan Alternatif Lain
Secara umum, stevia aman digunakan dalam jumlah sedang. Namun, beberapa produk komersial mengandung tambahan sugar alcohol seperti eritritol atau sorbitol yang dapat menimbulkan efek samping ringan, seperti perut kembung, mual, dan kram pada sebagian orang dengan pencernaan sensitif. Meski begitu, bahan-bahan tersebut tidak memengaruhi kadar gula darah secara signifikan dan masih dianggap aman untuk penderita diabetes.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022