Lukisan The Triumph of Death, 1562, karya Pieter Bruegel the Elder, yang menggambarkan penyakit dan perang yang menghancurkan masyarakat Eropa saat itu (Dok. National Geographic)
JawaPos.com - Black Death merupakan pandemi mematikan yang melanda Eropa pada periode 1347 hingga 1351. Diperkirakan sekitar 25 juta orang meninggal akibat penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Yersinia pestis ini. Menurut Britannica, analisis genetik modern menunjukkan bahwa strain Y. pestis yang muncul pada masa tersebut merupakan nenek moyang dari strain yang masih menyebabkan penyakit pes hingga saat ini. Dengan demikian, asal usul wabah pes modern dapat ditelusuri hingga periode abad pertengahan. Meski begitu, beberapa bukti ilmiah lainnya juga menyebutkan kemungkinan bahwa Black Death dapat berasal dari infeksi virus.
Penyebab Penyakit
Dikutip dari National Geographic, penyebab wabah Black Death sempat menjadi misteri selama ratusan tahun dan diselimuti berbagai kepercayaan takhayul. Penelitian ilmiah dan kemajuan teknologi mikroskop kemudian mengungkap penyebab utamanya. Pada tahun 1894, Alexandre Yersin berhasil mengidentifikasi bakteri penyebabnya, yakni Yersinia pestis, bakteri berbentuk batang dengan tingkat virulensi yang sangat tinggi. Bakteri ini mampu melumpuhkan sistem imun manusia dengan menyuntikkan racun ke sel imun, seperti makrofag, sehingga memungkinkan bakteri berkembang biak secara cepat.
Banyak hewan kecil seperti tikus, tupai, dan kelinci menjadi inang bagi bakteri ini. Dalam siklus enzootic, Y. pestis dapat bertahan dan menyebar dalam populasi hewan tanpa menyebabkan wabah besar. Namun, ketika masuk ke siklus epizootic dan berpindah antar-spesies, risiko infeksi pada manusia meningkat. Tikus dianggap sebagai vektor utama penyebaran penyakit karena dekat dengan pemukiman manusia. Penelitian kemudian menemukan bahwa kutu tikus bernama Xenopsylla cheopis berperan penting sebagai penyebab infeksi bakteri tersebut ke manusia. Ketika hewan pembawa bakteri mati, kutu tersebut berpindah ke inang baru dan menularkan bakteri melalui gigitan. Penularan juga dapat terjadi melalui kontak dengan jaringan hewan terinfeksi maupun menghirup percikan udara yang terkontaminasi bakteri.
Asal Usul dan Jejak Penyebaran Global
Menurut artikel EBSCO berjudul Origins of the Bubonic Plague karya Byrne dan Joseph P., catatan sejarah menunjukkan bahwa wabah besar seperti Black Death kemungkinan berasal dari beberapa wilayah berbeda, mulai dari India utara, Rusia bagian tenggara, hingga Gurun Gobi. Mobilisasi manusia melalui jalur perdagangan diyakini semakin mempercepat penyebaran penyakit, dengan bukti bahwa terdapat wabah besar di Tiongkok sebelum akhirnya menyebar ke Eropa.
Saat bergerak ke barat, penyakit ini menyebar melalui wilayah Golden Horde, Timur Tengah, dan Afrika Utara, dengan kota besar seperti Konstantinopel dan Aleksandria mengalami tingkat kematian yang sangat tinggi. Penyebaran pes melalui jalur perdagangan internasional memiliki dampak yang menghancurkan dan memicu perubahan besar dalam struktur sosial, ekonomi, dan politik di berbagai kawasan dunia.
Bagaimana Black Death Berakhir?
Dilansir dari The Week, sebagian besar teori menyebutkan bahwa penerapan kebijakan karantina menjadi faktor penting dalam meredanya wabah Black Death. Saat itu masyarakat diminta tetap berada di rumah dan hanya keluar bila benar-benar diperlukan, sementara golongan kaya memilih meninggalkan wilayah padat penduduk dan mencari tempat tinggal yang lebih terisolasi. Selain itu, peningkatan kesadaran akan kebersihan pribadi dan praktik kremasi, yang diterapkan karena tingginya jumlah korban, turut membantu menekan penyebaran penyakit.
Meski wabah besar telah berakhir, gelombang epidemi pes masih berlanjut hingga beberapa abad kemudian. Salah satu wabah terburuk kembali terjadi pada 1665 di London yang menewaskan sekitar 15% populasi kota. Terdapat anggapan bahwa wabah akhirnya lenyap akibat Great Fire of London tahun 1666, namun menurut London Museum, narasi itu tidak sepenuhnya akurat. Tingkat kematian akibat wabah pes sebenarnya telah menurun sebelum kebakaran terjadi dan terus berlanjut setelahnya. Hingga kini, penyebab pasti mengapa wabah tidak kembali ke Inggris setelah tahun 1670-an masih belum diketahui.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Persela Lamongan vs Deltras: Duel Sengit Dua Tim Teratas Grup B Championship
Prediksi Skor PSS Sleman vs PSM Makassar: Super Elang Jawa Berambisi Raih Kemenangan Pertama
Prediksi Skor Arema FC vs Bhayangkara FC: Berpeluang Imbang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Feyenoord vs AZ Alkmaar: Sama-Sama Produktif, Laga Berpotensi Imbang
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Surabaya Panas! Keringat Penjahit, Kipas Angin Laris, dan Tagihan Listrik Bengkak
Prediksi Skor Barcelona vs Getafe di Liga Spanyol: Blaugrana Pesta Gol di Camp Nou
Prediksi Susunan Pemain Como vs AS Roma: Fabregas Siapkan Taktik Subbuteo
Prediksi Skor Racing Santander vs Valencia: Los Che Terdesak, Hasil Imbang Jadi Skenario Realistis
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Emil Audero Incar Poin di Kandang

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022