
Ilustrasi seorang anak yang memiliki kondisi cadel sedang belajar bersama ibunya untuk melafalkan huruf dengan benar dan jelas. (Freepik)
JawaPos.com - Cadel adalah kondisi ketika seseorang mengalami kesulitan mengucapkan huruf atau bunyi tertentu secara jelas, terutama huruf R-S-L. Pada kondisi ini, pengucapan huruf tersebut dapat terdengar berubah, terdistorsi, atau digantikan oleh bunyi lain.
Cadel bukan penyakit, melainkan variasi kemampuan artikulasi yang sering kali terkait dengan perkembangan bicara. Selain faktor keturunan, cadel juga berkaitan dengan struktur mulut atau kondisi tertentu yang memengaruhi area di sekitar organ pembentuk suara.
Penyebab Cadel
Kondisi cadel pada anak usia balita umumnya muncul karena mereka sedang dalam tahap belajar mengucapkan huruf satu per satu. Pada fase ini, kemampuan berbicara serta organ yang berperan dalam produksi suara belum berkembang sepenuhnya, sehingga kesalahan pelafalan sangat mungkin terjadi.
Dikutip dari Halodoc, cadel pada anak usia dini terjadi karena otot lidah belum terbentuk dan berfungsi secara optimal, sehingga beberapa huruf sulit diucapkan dengan benar. Namun, seiring pertumbuhan anak maka kondisi tersebut biasanya membaik secara alami.
Tidak hanya terjadi pada anak kecil, kondisi cadel juga masih banyak dialami oleh orang dewasa. Dikutip dari HelloSehat, gangguan pelafalan ini dapat dipengaruhi oleh sejumlah faktor, yakni:
1. Trauma atau Cedera
Cedera pada area mulut, rahang, atau otak dapat mengganggu fungsi bicara dan menjadi salah satu pemicu timbulnya cadel. Kerusakan maupun pencabutan gigi dapat memengaruhi produksi bunyi, terutama bunyi yang membutuhkan interaksi antara lidah dan gigi.
Selain itu, luka atau cedera pada langit-langit mulut (palatum) juga dapat menghambat pengucapan bunyi yang memerlukan sentuhan lidah dengan bagian tersebut.
2. Ankyloglossia
Ankyloglossia atau lidah terikat terjadi ketika frenulum yang menghubungkan lidah ke dasar mulut terlalu pendek atau kencang. Menurut Mayo Clinic, kondisi ini membatasi pergerakan lidah sehingga dapat mengganggu kejernihan bicara.
Bunyi yang membutuhkan sentuhan lidah ke langit-langit mulut atau gigi menjadi sulit diucapkan, sehingga ucapan dapat terdengar cadel atau kurang jelas.
3. Stroke
Stroke juga dapat menjadi penyebab seseorang berbicara cadel, karena kondisi ini dapat merusak bagian otak yang mengatur kemampuan bicara serta koordinasi otot-otot yang berperan dalam menghasilkan suara. Akibatnya, kontrol terhadap otot mulut, lidah, dan tenggorokan dapat melemah atau terganggu.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
