
Meningkatnya jumlah perokok serta dampak negatifnya terhadap perokok pasif juga disebabkan oleh kurangnya infrastruktur kesehatan yang memadai, kurangnya kesadaran tentang bahaya merokok, serta kurangnya kebijakan yang mendukung
JawaPos.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin, meminta perempuan untuk tidak menjalin hubungan dengan pria perokok. Ia menyebut kebiasaan merokok sebagai red flag besar, karena dampaknya tidak hanya merusak kesehatan perokok aktif, tetapi juga membahayakan pasangan yang terpapar asap rokok.
"Untuk para perempuan, termasuk anak saya sendiri, jangan pernah mau sama cowok perokok. Ini red flag besar!” ujarnya di Instagram, dikutip Rabu (14/1).
Menurut Budi, perempuan kerap menjadi korban tanpa sadar akibat paparan asap rokok dari pasangan. Risiko kesehatan yang muncul bukan hal sepele, mulai dari gangguan pernapasan hingga peningkatan risiko kanker yang mematikan.
Ia menjelaskan, ketika seorang pria merokok, dampaknya tidak berhenti pada dirinya sendiri. Asap rokok yang terhirup pasangan dapat menjadikan perempuan sebagai perokok pasif, bahkan thirdhand smoker akibat residu zat berbahaya yang menempel di berbagai permukaan.
“Asap rokok itu bukan cuma di udara. Dia nempel di baju, rambut, bahkan kulit,” tuturnya.
“Dia yang merokok, tapi tubuhmu yang harus nanggung akibatnya,” tegas Menkes.
Paparan asap rokok secara terus-menerus, lanjut Budi, dapat meningkatkan risiko kanker payudara dan kanker serviks hingga lebih dari 40 persen. Dua jenis kanker ini dikenal agresif dan bisa berkembang tanpa gejala awal yang jelas, sehingga sering terlambat terdeteksi.
Menurutnya, kondisi tersebut bisa berdampak besar terhadap kualitas hidup perempuan, mulai dari terganggunya aktivitas sehari-hari hingga ancaman kematian dini.
“Begitu jadi perokok pasif, risiko kanker payudara dan kanker serviks naik 40 persen lebih tinggi,” ungkapnya.
Meski demikian, Menkes menekankan bahwa perempuan memiliki peluang untuk melakukan pencegahan sejak dini. Pemerintah telah menyediakan layanan skrining kanker secara gratis melalui program Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas.
Layanan tersebut mencakup pemeriksaan payudara klinis, USG payudara, serta tes HPV DNA untuk deteksi dini kanker serviks.
“Kalau kamu punya faktor risiko, kamu bisa skrining kanker lewat layanan cek kesehatan GRATIS di Puskesmas,” ucap Budi.
Ia pun mengajak perempuan untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri sendiri dan tidak mengabaikan risiko yang berasal dari lingkungan terdekat, termasuk dari pasangan. Menurutnya, menjaga kesehatan adalah bentuk nyata mencintai diri sendiri.
Baca Juga: Ketua DPR RI Puan Soroti Tren Perokok Remaja Meningkat: Negara Kehilangan Kendali Masa Depan Anak
“Jangan menunggu sakit baru peduli. Yuk sayang diri sendiri dan cek kesehatan gratis dari sekarang,” tutup Budi Gunadi Sadikin.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Malaga vs Espanyol: Los Periquitos Bidik Poin, Tuan Rumah Terpuruk
Prediksi Skor Arema FC vs Bhayangkara FC: Berpeluang Imbang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Persipura vs RANS Nusantara: Produktivitas Gol Jadi Pembeda
Prediksi Skor Isenmulang Kalteng vs Persebaya di Super League, Green Force Berpeluang Curi Tiga Poin
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Susunan Pemain Persik vs Madura United: Reina Siapkan Strategi Terbaik
Prediksi Skor Persik Kediri vs Madura United: Laskar Sape Kerap Punya Kans Menang di Brawijaya!
Suahasil Buka Suara soal Pembagian Tugas Tiga Wamenkeu, Ini Fokusnya!
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Emil Audero Incar Poin di Kandang
Adhyaksa FC Bekasi Vs PSGC Ciamis: Misi Bangkit Tuan Rumah

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022