Makanan pedas (freepik)
JawaPos.com – Bulan suci Ramadhan identik dengan momen berbuka puasa yang dinanti setelah seharian menahan lapar dan haus . Di Indonesia, makanan pedas seperti sambal, ayam geprek dan seblak sering menjadi pilihan favorit saat berbuka.
Namun, muncul pertanyaan penting : makanan pedas saat puasa aman atau justru berisiko?
Bagi masyarakat Indonesia, sensasi pedas sudah menjadi bagian dari budaya kuliner. Banyak orang merasa kurang lengkap jika berbuka tanpa sambal. Akan tetapi, kondisi lambung setelah berpuasa tentu berbeda dibanding hari biasa.
Saat berpuasa, lambung tidak menerima asupan makanan dan minuman selama berjam-jam. Kondisi ini membuat sistem pencernaan beristirahat sementara. Karena itu, pemilihan menu berbuka perlu lebih bijak agar tidak menimbulkan gangguan.
Menurut Mayo Clinic, makanan pedas dapat memicu iritasi pada saluran pencernaan bagi sebagian orang terutama yang memiliki masalah lambung. Artinya, tidak semua orang aman mengonsumsi pedas dalam jumlah banyak.
Selama Ramadhan, pola makan berubah drastis, Harvard T.H Chan School of Public Health menjelaskan bahwa perubahan waktu makan dapat memengaruhi metabolisme dan sistem pencernaan. Oleh karena itu, penting memperhatikan reaksi tubuh saat berbuka.
Berikut penjelasan lengkap mengenai konsumsi makanan pedas saat puasa Ramadhan sebagaimana dilansir dari laman Cleveland Clinic dan American College of Gastroenterology, Kamis (26/2) :
Setelah seharian berpuasa, lambung lebih sensitif terhadap makanan ekstrem termasuk pedas. Makanan pedas bisa memicu rasa perih atau nyeri ulu hati pada sebagian orang.
Cleveland Clinic menjelaskan bahwa makanan pedas dapat memperburuk gejala asam lambung pada individu tertentu.
Bagi penderita GERD, makanan pedas sering menjadi pemicu kambuhnya gejala. Sensasi panas dapat memperparah refluks asam lambung.
American College of Gastroenterology menyebutkan bahwa makanan pedas bisa menjadi salah satu faktor pemicu pada sebagian pasien GERD. Jika memiliki riwayat maag maka sebaiknya lebih berhati-hati.
Makanan pedas bisa memicu rasa haus berlebih. Saat sahur, hal ini bisa menyebabkan ketidaknyamanan sepanjang hari puasa.
WHO menekankan pentingnya menjaga hidrasi selama Ramadhan. Mengurangi pedas saat sahur dapat membantu tubuh tetap nyaman.
Tidak semua orang mengalami masalah saat makan pedas. Tubuh yang terbiasa biasanya memiliki toleransi lebih baik.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
