
Ilustrasi: Atrial Fibrillation atau gangguan irama jantung bisa menyerang tidak hanya orang tua, tapi juga anak muda. (Physiopedia)
JawaPos.com – Gangguan irama jantung atau aritmia, khususnya atrial fibrilasi (AF), menjadi masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius di Indonesia. Data menunjukkan penderita AF di Indonesia cenderung berusia lebih muda dibandingkan pasien di negara maju, sehingga meningkatkan risiko komplikasi seperti stroke hingga kematian mendadak jika tidak ditangani sejak dini.
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah sekaligus ahli aritmia di Siloam Hospitals TB Simatupang, Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi, SpJP (K), FIHA, menjelaskan bahwa temuan tersebut terlihat dari berbagai studi yang dilakukan di Indonesia.
“Data studi Optima yang dilakukan di 25 senter di seluruh Indonesia, menemukan bahwa penderita AF di Indonesia lebih muda dibanding negara maju, dan cakupan pencegahan stroke bagi mereka masih sangat rendah," ujarnya, Kamis (5/3).
Baca Juga:Lupakan Soal Penalti Erling Haaland, Bernardo Silva Ingin Manchester City Fokus ke Performanya
Menurutnya, secara global hingga 40 persen kasus stroke iskemik berkaitan dengan atrial fibrilasi. Kondisi ini bahkan sering menjadi penyebab stroke pada usia muda. Karena itu, deteksi dini dan pengobatan yang tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi lebih berat.
AF yang tidak terdeteksi dan tidak ditangani dapat meningkatkan risiko stroke hingga lima kali lipat, gagal jantung hingga lima kali, serangan jantung dua kali lipat, serta kematian jantung mendadak hingga 2,5 kali. Di Asia sendiri, jumlah kasus AF diperkirakan mencapai 75 juta pada 2050.
Data di Siloam Hospitals TB Simatupang pada periode 2024–2025 juga menunjukkan bahwa 33 persen pasien stroke yang menjalani pemeriksaan dengan monitor ambulatori (holter) terbukti memiliki aritmia. Selain itu, sekitar 37 persen pasien stroke yang dirawat merupakan usia produktif.
Senada, Direktur Penyakit Tidak Menular di Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Siti Nadia Tarmizi mengatakan, penyakit jantung masih menjadi tantangan besar bagi kesehatan global dan nasional.
“Penyakit jantung sudah menjadi tantangan besar kesehatan global dan nasional. Seperti diketahui, penyakit jantung merupakan salah satu penyakit pembunuh nomor satu di dunia dan di Indonesia. Karena itu, pengendaliannya menjadi prioritas dalam kebijakan transformasi kesehatan, khususnya pada penguatan upaya promotif dan preventif," tegasnya.
Ia menambahkan bahwa sekitar sepertiga pasien atrial fibrilasi tidak menunjukkan gejala sehingga banyak kasus baru terdeteksi setelah muncul komplikasi seperti stroke atau gagal jantung.
“Sekitar sepertiga pasien AF tidak menunjukkan gejala, sehingga banyak kasus tidak terdeteksi sampai terjadi komplikasi seperti stroke atau gagal jantung. Padahal, AF yang tidak tertangani dapat meningkatkan risiko stroke secara signifikan. Inilah mengapa skrining dan deteksi dini menjadi sangat penting," ungkapnya.
Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap gangguan irama jantung, Asia-Pacific Heart Rhythm Society (APHRS) bersama Indonesian Heart Rhythm Society (InaHRS) dan Siloam Hospitals TB Simatupang meluncurkan kampanye edukasi “Let’s Check The Beat”.
Kampanye ini mengajak masyarakat mengenali tanda-tanda aritmia, memahami faktor risiko, serta melakukan deteksi dini melalui pemeriksaan EKG. Program tersebut juga menyediakan layanan skrining EKG secara berkala serta edukasi bagi masyarakat dan tenaga medis.
CEO Siloam Hospitals TB Simatupang, Mada Shinta Dewi, mengatakan kampanye ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya aritmia yang kerap dianggap sepele.
“Oleh karena itu, kami mengajak masyarakat untuk lebih paham mengenai aritmia supaya tidak memandang remeh kondisi ini karena mempunyai risiko yang tinggi terhadap stroke bahkan dapat menyebabkan kematian mendadak," ungkapnya.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
