
Ilustrasi gangguan irama jantung (aritmia).(Pixabay)
JawaPos.com - Perjalanan mudik lebaran sering kali identik dengan jarak tempuh yang panjang, waktu istirahat yang berkurang, serta perubahan pola aktivitas. Kondisi ini mungkin tidak terlalu bermasalah bagi sebagian orang. Namun bagi penderita gangguan irama jantung atau aritmia, perjalanan jauh perlu dipersiapkan dengan lebih matang agar tetap aman dan nyaman.
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Aritmia Heartology Cardiovascular Hospital, Dr. dr. Dicky Armein Hanafy, Sp.JP(K) mengatakan bahwa pasien aritmia pada dasarnya masih bisa melakukan perjalanan, termasuk mudik jarak jauh, selama kondisi jantungnya stabil dan pengobatan berjalan dengan baik.
“Sebagian besar pasien aritmia tetap dapat melakukan perjalanan dengan aman. Namun faktor seperti kelelahan, dehidrasi, stres perjalanan, atau terlambat minum obat dapat memicu keluhan seperti jantung berdebar atau pusing,” ujar dr. Dicky, Senin (16/3).
Sejumlah penelitian dan panduan klinis internasional juga menunjukkan bahwa perjalanan jauh, termasuk penerbangan, umumnya aman bagi pasien aritmia yang kondisi klinisnya stabil. Meski begitu, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan sebelum dan selama perjalanan.
Tips Aman Mudik bagi Pasien dengan Gangguan Irama Jantung
1. Pastikan kondisi jantung stabil sebelum berangkat
Baca Juga:Kapolri Pastikan Stok BBM dan Pangan Aman, Ajak Masyarakat Bersatu Dukung Kebijakan Pemerintah
Sebelum melakukan perjalanan jauh, pasien aritmia sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan kondisi jantung berada dalam keadaan stabil sekaligus mengevaluasi apakah terapi dan obat yang dikonsumsi sudah sesuai.
Dengan evaluasi medis sebelum mudik, pasien juga bisa mendapatkan saran tambahan terkait aktivitas yang aman selama perjalanan.
2. Jangan melewatkan obat
Pasien aritmia dianjurkan membawa obat yang cukup selama perjalanan, bahkan menyiapkan cadangan jika terjadi keterlambatan perjalanan. Kepatuhan minum obat menjadi faktor penting untuk menjaga irama jantung tetap stabil.
Mengonsumsi obat sesuai jadwal juga membantu mencegah munculnya keluhan seperti jantung berdebar atau pusing selama perjalanan.
3. Hindari kelelahan dan kurang tidur
Perjalanan mudik sering membuat seseorang kurang istirahat, terutama jika harus menempuh jarak jauh dalam waktu lama. Padahal, kurang tidur dan kelelahan fisik dapat memicu kambuhnya aritmia pada sebagian pasien.
