
Ilustrasi obesitas. (Pinterest)
JawaPos.com - Obesitas kerap dipandang sekadar persoalan penampilan atau gaya hidup, padahal secara medis kondisi ini termasuk penyakit kronis yang kompleks.
Memahami obesitas sebagai penyakit menjadi langkah krusial untuk mengubah pendekatan penanganannya. Bukan lagi sekadar diet atau olahraga sesaat, melainkan intervensi menyeluruh yang mencakup aspek metabolisme, nutrisi, perilaku, hingga dukungan medis yang terukur dan berkelanjutan.
Dengan perspektif yang tepat, penanganan obesitas dapat dilakukan lebih dini dan efektif, sehingga risiko komplikasi dapat ditekan. Selain itu, kesadaran ini juga membantu mengurangi stigma terhadap penderita obesitas, sekaligus mendorong hadirnya sistem layanan kesehatan yang lebih komprehensif dan berbasis bukti.
Febrina Fajria, koordinator tim medis Sirka, menekankan, bahwa pemahaman obesitas sebagai penyakit merupakan dasar utama dalam seluruh pendekatan yang dijalankan.
“Obesitas bukan sekadar masalah penampilan atau kurangnya disiplin. Ini adalah kondisi medis kronis yang menyebabkan gangguan metabolik kompleks serta meningkatkan risiko diabetes tipe 2, hipertensi, penyakit jantung koroner, hingga beberapa jenis kanker,” kata Febrina dalam keterangannya, Jumat (10/4).
“Yang sering kami temukan di lapangan, banyak pasien baru datang ketika komplikasi sudah mulai muncul. Penanganan yang efektif harus dimulai lebih awal, bersifat menyeluruh, dan didukung oleh tim medis yang benar-benar memahami interaksi antara metabolisme, nutrisi, dan gaya hidup pasien,” imbuhnya.
Sementara itu, di tengah meningkatnya angka obesitas dan penyakit metabolik di Indonesia, Sirka memiliki pendekatan perawatan yang mengintegrasikan teknologi digital di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Sebagai klinik metabolik pertama di Indonesia, Sirka memandang obesitas dan gangguan metabolik sebagai kondisi medis yang memerlukan penanganan menyeluruh dan berkelanjutan. Metode yang diterapkan pun menggabungkan perubahan gaya hidup yang terarah dengan terapi obat berbasis bukti ilmiah, guna menghasilkan perbaikan klinis yang aman serta terukur.
Co-Founder dan CEO Sirka, Rifanditto Adhikara, menegaskan bahwa seluruh keputusan medis pada metode ini mengikuti protokol klinis yang ketat, bukan sekadar preferensi.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Tak Singgung Pengunduran Diri, Ini 6 Poin Pernyataan Jampidsus Febrie Adriansyah Usai Rumahnya Digeledah Polisi
Prediksi Skor Prancis vs Maroko: Bandar Taruhan Klaim Les Bleus Menang 90 Menit, Opta Beri Peluang Pasti 60,9 Persen
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
