Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 23 April 2026 | 00.51 WIB

Dampak Doomscrolling Terhadap Kesehatan Mental yang Jarang Disadari, Bisa Lebih Berbahaya dari yang Anda Kira

Ilustrasi, doomscrolling yang berdampak buruk pada kesehatan mental, jauh lebih buruk dari yang dibayangkan. (Freepik/ pvproductions) - Image

Ilustrasi, doomscrolling yang berdampak buruk pada kesehatan mental, jauh lebih buruk dari yang dibayangkan. (Freepik/ pvproductions)


JawaPos.com - Pernahkah Anda terjebak dalam aktivitas menggulir media sosial, melihat video pendek, judul berita, atau konten media lainnya? Aktivitas menggulir media sosial tanpa batas yang kemudian menjadi sebuah kebiasaan ini dikenal sebagai doomscrolling.

Lebih jelasnya yang dilansir JawaPos.com dari universityofcoloradodenver pada Rabu (22/4), Merriam Webster mendefinisikan doomscrolling sebagai kebiasaan menghabiskan waktu berlebihan secara online untuk menggulir berita atau konten lain yang membuat seseorang merasa sedih, cemas, marah, dan lainnya.

Bukan tanpa alasan, tapi coba perhatikan, alasan seseorang tenggelam dalam layar atau doomscrollling sebagian besar karena mudah, tanpa usaha, mampu mengalihkan dari tanggung jawab atau hal-hal sulit yang tidak ingin dilakukan.

Pada akhirnya, doomscrolling yang dilakukan membuat seseorang kelebihan konsumsi konten. Tanpa disadari hal ini mengganggu kesehatan mental, bahkan lebih berbahaya dari yang dibayangkan, khususnya konten negatif karena pikiran cenderung lebih mudah fokus untuk hal-hal seperti itu.

Dilaporkan begitu banyak dampak negatif atau bahaya doomscrolling terhadap kesehatan mental seseorang, antara lain dapat meningkatkan atau menciptakan.

1. Kecemasan
2. Kesedihan
3. Ketidakpastian
4. Rasa kewalahan
5. Ketakutan
6. Kekecewaan
7. Ketidakpuasan
8. Kemarahan
9. Perasaan Terputus
10. Depresi
11. Insomnia
12. Kecemburuan
13. Kesulitan dalam hubungan interpersonal dan komunikasi
14. Gejala OCD (Obsessive-Compulsive Disorder)
15. Crazymaking, pikiran yang bertentangan dengan informasi atau realitas.

Sementara itu, mentalhealth menyebutkan kewalahan akibat doomscrolling sering kali terjadi, karena terlalu banyak informasi negatif.

Ini menyebabkan seseorang lebih khawatir, mudah tersinggung, sulit berkonsentrasi, merasa bersalah, sulit 'mematikan pikiran' dari dunia luar, atau 'mati rasa' setelah sesi scrolling.

Doomscrolling pun dapat memicu siklus negatif berupa perasaan sedih atau khawatir yang mendorong seseorang terus menggulir konten atau memeriksa pembaruan beberapa kali dalam satu jam sebagai upaya merasa lebih baik, tapi yang terjadi justru sebaliknya, lebih buruk.

Tidak hanya kesehatan mental, tapi juga fisik, karena doomscrolling memicu respons 'lawan, lari' dan beku' yang menyebabkan tekanan darah sekaligus meningkatkan hormon stres.
 
Doomscrolling juga memberikan efek sekunder yang memengaruhi seseorang secara eksternal, seperti kualitas tidur hingga kebiasaan makan.

Bahkan postur tubuh juga bisa terganggu dengan kebiasaan doomscrolling ini.***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore