
MV Hondius tampak berlabuh di lepas Pelabuhan Praia, Cape Verde, di tengah penyelidikan wabah hantavirus (The Guardian)
JawaPos.com - Tiga penumpang kapal pesiar di Samudra Atlantik dilaporkan meninggal dunia dalam dugaan wabah hantavirus yang terjadi di kapal ekspedisi polar MV Hondius, yang tengah berlayar antara Argentina dan Tanjung Verde. Otoritas kesehatan global menyatakan penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan sumber infeksi dan pola penularannya di kapal tersebut.
Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) menyebut setidaknya satu kasus hantavirus telah terkonfirmasi, dengan satu pasien saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit di Afrika Selatan. Dua dari korban meninggal diketahui merupakan pasangan asal Belanda yang ikut dalam pelayaran tersebut.
Dilansir dari The Guardian, Rabu (6/5/2026), wabah ini menjadi perhatian serius karena terjadi di lingkungan kapal tertutup, meskipun hantavirus secara umum bukan penyakit yang mudah menular antar manusia.
Hantavirus sendiri merupakan kelompok virus yang sebagian besar ditemukan pada hewan pengerat seperti tikus, mencit, dan tikus ladang. Virus ini dapat menular ke manusia terutama melalui inhalasi partikel dari urine, feses, atau air liur hewan yang terinfeksi. Dalam kasus yang lebih jarang, penularan juga dapat terjadi melalui gigitan atau kontak langsung dengan hewan tersebut.
Baca Juga:Kapal Pesiar Mewah yang Dikaitkan Sekutu Putin Lolos dari Selat Hormuz, AS Tak Berani Mengganggu
Para ahli menjelaskan bahwa kelompok masyarakat dengan risiko tertinggi biasanya adalah mereka yang sering terpapar lingkungan dengan populasi tikus dan hewan sejenis yang tinggi, seperti area pertanian atau ruang penyimpanan makanan yang tidak higienis. Namun, dalam kasus kapal ekspedisi ini, dugaan awal mengarah pada kemungkinan kontaminasi di ruang tertutup kapal atau paparan sebelumnya saat berada di daratan.
Secara ilmiah, hantavirus terbagi menjadi dua kelompok besar, yaitu old world hantaviruses yang ditemukan di Eropa dan Asia, serta new world hantaviruses yang banyak ditemukan di Amerika. Kelompok pertama dapat menyebabkan demam berdarah dengan sindrom ginjal atau HFRS, yang ditandai demam tinggi, sakit kepala, nyeri perut, serta potensi kerusakan ginjal.
Sementara itu, new world hantaviruses dapat menyebabkan hantavirus pulmonary syndrome (HPS), yang jauh lebih berat karena menyerang sistem pernapasan. Gejala awalnya sering menyerupai flu seperti demam, kelelahan, dan nyeri otot, namun dapat berkembang cepat menjadi gagal napas yang mengancam jiwa.
Dr Yomani Sarathkumara dari University of Queensland menyebut infeksi ini "sangat jarang terjadi pada manusia" dan sering kali salah didiagnosis di negara tropis sebagai penyakit lain seperti leptospirosis. Masa inkubasi virus juga cukup panjang, yakni antara satu hingga delapan minggu, sehingga menyulitkan pelacakan sumber infeksi secara cepat.
Sementara itu, Associate Prof Vinod Balasubramaniam, seorang ahli virologi molekuler, menegaskan bahwa hantavirus "tidak menyebar dengan mudah dari manusia ke manusia seperti influenza atau Covid-19", sehingga penularan antarpenumpang kapal masih dianggap kecil kemungkinannya. Ia menambahkan bahwa risiko utama biasanya berasal dari paparan lingkungan yang terkontaminasi.
Terkait insiden di kapal MV Hondius, para ahli menyebut sejumlah kemungkinan, termasuk adanya kontaminasi dari tikus di area penyimpanan kapal atau paparan yang terjadi sebelum penumpang naik kapal saat berada di daratan. Selain itu, penularan antar manusia tetap dianggap sangat tidak mungkin berdasarkan bukti ilmiah yang ada saat ini.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Malaga vs Levante: Laga Sengit yang Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Heerenveen vs AZ Alkmaar di Liga Belanda: Kans De Kaasboeren Pesta Gol!
Dr. Iwan Aflanie, Pakar Forensik Indonesia untuk ULM yang Lebih Maju
