
Ilustrasi memastikan kecukupan gizi bagi anak. (Istimewa)
JawaPos.com–Pemenuhan gizi anak bukan hanya soal memastikan anak kenyang atau mendapat banyak asupan makanan. Ahli gizi mengingatkan, kualitas sumber nutrisi, keseimbangan zat gizi, hingga cara pemberiannya sesuai usia menjadi faktor penting yang memengaruhi tumbuh kembang anak sejak dini.
Hal ini sejalan dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG) Kementerian Kesehatan yang menekankan pemenuhan kebutuhan gizi anak secara bertahap berdasarkan usia. Pada enam bulan pertama, bayi dianjurkan memperoleh ASI eksklusif, kemudian dilanjutkan dengan Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang memenuhi kebutuhan energi, protein, lemak, serta mikronutrien yang terus meningkat seiring pertumbuhan.
Guru Besar Ilmu Gizi IPB University Prof. Dr. Rimbawan mengatakan, pemenuhan gizi anak perlu dilihat secara menyeluruh dan tidak hanya berfokus pada jumlah makanan yang dikonsumsi.
”Kebutuhan gizi bayi dan anak harus dipenuhi sesuai tahapan usia, karena setiap fase pertumbuhan memiliki kebutuhan yang berbeda. Yang berperan penting dalam tumbuh kembang bukan hanya jumlah asupan, tetapi juga kualitas, keseimbangan, dan konsistensi pemberian zat gizi sejak dini sesuai Pedoman Gizi Seimbang,” ujar Rimbawan dalam sebuah diskusi di Jakarta.
Dalam beberapa tahun terakhir, pembahasan mengenai nutrisi anak berkembang tidak hanya pada kandungan tambahan vitamin atau mineral. Tapi juga kualitas bahan baku pangan dan proses pengolahannya.
Para ahli menilai, perhatian terhadap sumber nutrisi menjadi penting karena sistem pencernaan dan metabolisme anak masih berkembang. Karena itu, pemilihan sumber protein, lemak, hingga bahan baku susu mulai menjadi perhatian dalam pengembangan produk nutrisi anak di berbagai negara.
Di sisi lain, tidak semua ibu dapat memberikan ASI secara optimal karena kondisi kesehatan tertentu atau alasan medis lainnya. Dalam kondisi tersebut, pilihan nutrisi lain, termasuk susu formula bayi, dapat diberikan berdasarkan rekomendasi tenaga kesehatan.
Meski demikian, para ahli menekankan bahwa penggunaan susu formula tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan anak dan tidak menggantikan pentingnya pola makan seimbang ketika anak memasuki usia MPASI dan seterusnya.
Selain itu, perhatian terhadap kualitas nutrisi anak juga terlihat dalam regulasi internasional. Di Australia dan Selandia Baru, lembaga Food Standards Australia New Zealand (FSANZ) mengatur standar formula bayi mulai dari sumber protein, komposisi zat gizi, hingga pelabelan produk.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022