Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 1 Juni 2026 | 20.25 WIB

Ilmuwan Ungkap Pentingnya Tidur Teratur bagi Otak, Salah Satunya Menekan Risiko Penyakit Neurodegeneratif

Ilustrasi seseorang yang sedang tidur (Freepik) - Image

Ilustrasi seseorang yang sedang tidur (Freepik)

JawaPos.com - Tidur selama ini kerap dipandang hanya sebagai waktu istirahat tubuh setelah beraktivitas. Namun, sejumlah temuan ilmiah terbaru menunjukkan bahwa anggapan tersebut terlalu sederhana untuk menggambarkan kompleksitas yang terjadi di dalam otak manusia saat tertidur.

Ketika kesadaran menurun dan tubuh memasuki fase tidur, otak tidak berhenti bekerja. Justru terjadi pergeseran fungsi menuju aktivitas internal yang berfokus pada pemeliharaan sistem biologis, termasuk pengaturan ulang aliran sinyal listrik, darah, dan cairan di dalam jaringan saraf.

Salah satu mekanisme yang menjadi sorotan dalam penelitian ini adalah sistem pembersihan limbah otak atau glymphatic system, yang berperan mengalirkan cairan untuk membawa keluar sisa metabolisme dari jaringan otak yang tidak lagi diperlukan.

Dilansir dari Psychology Today, Senin (1/6), studi terbaru pada manusia menunjukkan bahwa tidur bukan sekadar fase istirahat, melainkan periode aktif ketika otak mengubah cara kerjanya untuk membantu proses pembersihan zat sisa yang berkaitan dengan risiko gangguan saraf. Berikut penjelasan lengkapnya:

1. Otak Tidak Berhenti, Melainkan Beralih ke Mode Pemeliharaan

Selama tidur, aktivitas neuron memang melambat, tetapi tidak berhenti sepenuhnya. Otak beralih dari mode respons terhadap lingkungan luar menjadi mode pemeliharaan internal.

Dalam fase ini, sinyal listrik, aliran darah, dan pergerakan cairan mulai bekerja dalam pola yang lebih terkoordinasi dibanding saat terjaga.

Perubahan ini menunjukkan bahwa tidur memiliki fungsi biologis yang aktif, bukan sekadar kondisi tidak sadar. Otak menggunakan fase ini untuk menata ulang aktivitas setelah menerima rangsangan sepanjang hari.

2. Sinkronisasi Aliran Darah dan Aktivitas Saraf

Saat seseorang dalam kondisi sadar, aliran darah di otak mengikuti kebutuhan neuron yang aktif bekerja. Area yang lebih sering digunakan akan menerima suplai oksigen dan nutrisi lebih besar.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore