
Ilustrasi usus buntu (Magnific)
JawaPos.com - Nyeri perut yang datang tiba-tiba, terutama di bagian kanan bawah sering kali dianggap sebagai gangguan pencernaan biasa. Padahal, kondisi ini bisa menjadi tanda radang usus buntu atau apendisitis yang membutuhkan penanganan medis segera.
Usus buntu merupakan organ kecil berbentuk seperti kantong yang menempel pada usus besar. Ketika terjadi penyumbatan pada rongga usus buntu, bakteri dapat berkembang biak dengan cepat sehingga memicu peradangan, pembengkakan, bahkan terbentuknya nanah. Jika terlambat ditangani, usus buntu yang meradang berisiko pecah dan menyebabkan infeksi serius di rongga perut.
Melansir dari Alodokter dan Halodoc, terdapat sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami radang usus buntu. Sebagian di antaranya berkaitan dengan kondisi medis tertentu, sementara sebagian lainnya berasal dari kebiasaan sehari-hari yang kerap dianggap sepele.
Berikut adalah beberapa penyebab usus buntu yang perlu diketahui.
1. Penumpukan Feses yang Mengeras
Salah satu penyebab utama radang usus buntu adalah adanya sumbatan pada pintu rongga usus buntu akibat tinja yang mengeras atau disebut fekalit. Penyumbatan ini membuat bakteri terperangkap di dalam usus buntu dan berkembang biak dengan cepat. Akibatnya, usus buntu mengalami peradangan, pembengkakan, hingga infeksi. Kondisi ini menjadi alasan mengapa menjaga kesehatan saluran cerna dan mencegah sembelit sangat penting untuk dilakukan.
2. Pembengkakan Jaringan Akibat Infeksi
Infeksi pada saluran pencernaan maupun bagian tubuh lain ternyata dapat memicu radang usus buntu. Infeksi dapat menyebabkan penebalan atau pembengkakan jaringan pada dinding usus buntu. Ketika jaringan tersebut membesar, rongga usus buntu dapat tersumbat sehingga memicu peradangan. Karena itu, infeksi yang tidak ditangani dengan baik sebaiknya tidak dianggap remeh.
3. Infeksi Parasit dalam Saluran Cerna
Keberadaan parasit di saluran pencernaan, seperti cacing kremi atau ascariasis, juga diduga menjadi salah satu penyebab usus buntu. Parasit dapat menyumbat rongga usus buntu sehingga memicu pertumbuhan bakteri di dalamnya. Oleh sebab itu, menjaga kebersihan makanan serta rutin mencuci tangan menjadi langkah sederhana untuk mengurangi risiko infeksi cacing.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022