
Ilustrasi galon guna ulang. (ANTARA)
JawaPos.com - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar memastikan bahwa semua galon guna ulang yang sudah memiliki izin edar BPOM dan SNI aman dipakai. Hal itu termasuk galon berbahan polikarbonat (PC) dan Polyethylene Terephthalate (PET) yang saat ini banyak beredar di masyarakat aman untuk dipakai.
"Ya tentu aman, yang sudah (berijin) Badan POM nya sudah pasti aman. Karena kan salah satu persyaratan Badan POM mengeluarkan kalau dia sudah punya SNI kan. Jadi semua kemasan yang ber-SNI itu aman," kata Taruna kepada wartawan, Kamis (25/6).
Profesor bidang Farmakologi ini mengatakan bahwa jaminan keamanan tersebut bukan hanya dari SNI tetapi juga pengawasan ketat yang dilakukan BPOM terhadap produsen. Ia memastikan bahwa BPOM telah memeriksa seluruh proses produksi hingga sertifikasi produk, pabrik, dan kemasan.
"Jadi, kita tidak sekadar administratif tapi kita ada data empirisnya, jadi kalau sudah ada data Badan POM, aman," paparnya.
Namun begitu, Taruna tetap mengingatkan masyarakat untuk teliti setiap menggunakan kemasan air minum jenis apapun. Ia meminta konsumen untuk memastikan kondisi kemasan, label, izin edar, hingga tanggal kedaluwarsa.
Konsumen juga harus selalu menyimpan dan membersihkan kembali galon sebelum digunakan dan diisulang guna mencegah pertumbuhan mikroorganisme seperti jamur, bakteri, atau parasit. Taruna mengatakan, penyimpanan dan kebersihan kemasan dapat mencegah masalah timbul kemudian hari.
"Karena yang kita bisa hukum kan hanya produsennya, gimana kalau dia sendiri (konsumen tidak teliti)? Makanya itu perlu diakhiri dengan edukasi masyarakat," ucapnya.
Sementara itu, Profesor asal IPB, Suprihatin menegaskan bahwa usia galon tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya ancaman kesehatan. Pakar lingkungan dan keamanan pangan ini menjelaskan bahwa persoalan utama bukan terletak pada umur galon, melainkan pada kebersihan fisik serta kontrol sanitasi dan mikrobiologis.
"Selama ini ini tidak ada laporan ilmiah yang menunjukkan galon guna ulang menimbulkan dampak kesehatan hanya karena faktor usia pemakaian," kata Prof. Suprihatin.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Jessica Mila Sentil Kapten Kapal Soal Polemik Pulau Padar: Harus Terbuka soal Larangan Berlayar!
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku SepekanÂ
