Tanda diabetes yang sering diabaikan, dari gula darah hingga gejala fisik (Magnific/Rawpixel.com)
JawaPos.com - Pemilihan obat diabetes tidak dapat dilakukan secara seragam pada seluruh pasien. Dokter diminta mempertimbangkan kondisi ginjal, kesehatan jantung, hingga risiko komplikasi sebelum menentukan terapi yang tepat bagi pasien diabetes.
Ketua Umum Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni) Prof. Dr. dr. Em Yunir, Sp.PD, K-EMD menegaskan, pengobatan diabetes saat ini tidak hanya berfokus pada pengendalian gula darah, tetapi juga harus memperhatikan dampak terapi terhadap organ lain, terutama ginjal dan jantung.
Prof. Yunir menilai pengelolaan diabetes di Indonesia masih menghadapi sejumlah kendala, mulai dari aspek tenaga kesehatan, pasien, ketersediaan terapi, hingga kepatuhan menjalani pengobatan.
Meski pilihan obat diabetes semakin banyak, dokter harus menentukan terapi berdasarkan karakteristik masing-masing pasien.
"Ada beberapa karakteristik yang perlu kita tentukan dari sisi pasien, mana yang cocok dengan obat tertentu, mana yang tidak cocok, mana yang harus dihindari," katanya dalam rangkaian Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) PERKENI 2026 di Bandung, Sabtu (27/6).
Dia menegaskan bahwa fungsi ginjal menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan terapi. "Terkait juga kemampuan fungsi ginjalnya, apakah obat-obat yang diberikan itu akan memberikan dampak positif atau dampak negatif. Begitu juga terhadap jantung," tegasnya.
Karena itu, pengobatan diabetes saat ini harus mempertimbangkan manfaat terapi terhadap organ-organ vital dan potensi komplikasi jangka panjang.
Menurut Prof. Yunir, tujuan terapi diabetes tidak hanya menurunkan kadar gula darah, tetapi juga mencegah komplikasi yang dapat menurunkan kualitas hidup pasien.
"Kita concern terhadap kendali gula darah yang bisa menjadi lebih baik, tetapi juga dampak terhadap gangguan atau komplikasi yang mungkin terjadi," katanya.

Prediksi Skor Afrika Selatan vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Penentu Les Rouges Lolos 16 Besar
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
