
Menkes RI, Budi Gunadi saat inspeksi mendadak (sidak) ke RS Kemenkes Surabaya. (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Deteksi dini menjadi strategi utama untuk mempercepat eliminasi kusta di Indonesia. Untuk mendorong penemuan kasus secara aktif, pemerintah menyiapkan insentif bagi pemerintah daerah yang mampu menunjukkan kinerja terbaik dalam menemukan kasus kusta maupun tuberkulosis (TB).
Komitmen tersebut disampaikan dalam Konferensi Nasional Kusta 2026 bertajuk Percepatan Eliminasi Kusta: Komitmen Indonesia, Kolaborasi Global yang digelar di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Jumat (10/7).
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, tantangan terbesar dalam pengendalian kusta saat ini bukan lagi soal ketersediaan obat, melainkan masih banyak penderita yang belum terdeteksi. Akibatnya, tidak sedikit pasien baru datang ke fasilitas kesehatan setelah mengalami kecacatan.
Menurutnya, strategi paling efektif adalah menemukan sebanyak mungkin penderita sedini mungkin agar mereka segera mendapatkan pengobatan.
"Strateginya cuma satu, temukan sebanyak-banyaknya. Begitu ditemukan langsung diberikan pengobatan. Sekali mulai minum obat, pasien sudah tidak lagi menularkan penyakit. Karena itu jangan takut menemukan kasus, justru semakin banyak ditemukan semakin banyak yang bisa disembuhkan dan penularannya dihentikan," ujar Budi.
Ia mengungkapkan, Indonesia saat ini menemukan sekitar 14.000 hingga 15.000 kasus baru kusta setiap tahun. Namun, angka tersebut diperkirakan masih lebih rendah dibandingkan jumlah kasus yang sebenarnya ada di masyarakat.
Sebagai bentuk dorongan agar fasilitas kesehatan semakin aktif melakukan penemuan kasus, Kementerian Kesehatan akan memberikan apresiasi kepada puskesmas yang berhasil menemukan kasus kusta terbanyak.
Baca Juga:Industri F&B Terus Bergairah, Pameran Cafe Brasserie Expo 2026 Siap Digelar Oktober di PIK 2
Senada dengan itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan kepala daerah memiliki peran penting dalam memastikan program eliminasi kusta berjalan optimal. Menurutnya, komitmen pimpinan daerah akan menentukan apakah program kesehatan mendapat dukungan perencanaan dan anggaran yang memadai.
Tito mengungkapkan, pemerintah juga tengah menyiapkan skema insentif bagi daerah yang menunjukkan kinerja terbaik dalam program kesehatan, termasuk pengendalian kusta dan tuberkulosis.
"Kami juga sedang menyiapkan insentif bagi daerah yang menunjukkan kinerja terbaik dalam program kesehatan, termasuk pengendalian kusta dan tuberkulosis," kata Tito.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Rapid Vienna vs Hearts: Tuan Rumah Terancam Tumbang di Liga Konferensi Eropa
Prediksi Skor Viking FK vs Dinamo Zagreb: Purgeri Diprediksi Menang Tipis di Norwegia!
Desta Resmi Hengkang dari Vindes, Perusahaan Berjalan Bersama Vincent Rompies
Robot Humanoid Tiongkok Kalahkan Rekor Lari Usain Bolt, Lalu Terbakar
Prediksi Skor AEK Athens vs Levski Sofia di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Tuan Rumah Menang!
Prediksi Skor Celta Vigo vs Osasuna di Liga Spanyol 2026/2027: Los Celestes Bakal Raih 3 Poin!
Prediksi Skor Celje vs Slovan Bratislava di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Berujung Penalti?
Prediksi Skor Lyon vs Fenerbahce di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Kans Les Gones Menang!
Kiai Ta’in Tebuireng Dipolisikan Jelang Muktamar NU, TAAT Pasang Badan
Prediksi Skor Rapid Wien vs Hearts di Play-off Liga Konferensi Eropa: Tim Tamu Dijagokan Lolos!
