Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 11 Juli 2026 | 04.05 WIB

Deteksi Dini Jadi Kunci Eliminasi, Pemerintah Siapkan Insentif bagi Daerah yang Banyak Temukan Kasus Kusta hingga TB

Menkes RI, Budi Gunadi saat inspeksi mendadak (sidak) ke RS Kemenkes Surabaya. (Novia Herawati/ JawaPos.com) - Image

Menkes RI, Budi Gunadi saat inspeksi mendadak (sidak) ke RS Kemenkes Surabaya. (Novia Herawati/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Deteksi dini menjadi strategi utama untuk mempercepat eliminasi kusta di Indonesia. Untuk mendorong penemuan kasus secara aktif, pemerintah menyiapkan insentif bagi pemerintah daerah yang mampu menunjukkan kinerja terbaik dalam menemukan kasus kusta maupun tuberkulosis (TB).

Komitmen tersebut disampaikan dalam Konferensi Nasional Kusta 2026 bertajuk Percepatan Eliminasi Kusta: Komitmen Indonesia, Kolaborasi Global yang digelar di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Jumat (10/7).

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, tantangan terbesar dalam pengendalian kusta saat ini bukan lagi soal ketersediaan obat, melainkan masih banyak penderita yang belum terdeteksi. Akibatnya, tidak sedikit pasien baru datang ke fasilitas kesehatan setelah mengalami kecacatan.

Menurutnya, strategi paling efektif adalah menemukan sebanyak mungkin penderita sedini mungkin agar mereka segera mendapatkan pengobatan.

"Strateginya cuma satu, temukan sebanyak-banyaknya. Begitu ditemukan langsung diberikan pengobatan. Sekali mulai minum obat, pasien sudah tidak lagi menularkan penyakit. Karena itu jangan takut menemukan kasus, justru semakin banyak ditemukan semakin banyak yang bisa disembuhkan dan penularannya dihentikan," ujar Budi.

Ia mengungkapkan, Indonesia saat ini menemukan sekitar 14.000 hingga 15.000 kasus baru kusta setiap tahun. Namun, angka tersebut diperkirakan masih lebih rendah dibandingkan jumlah kasus yang sebenarnya ada di masyarakat.

Sebagai bentuk dorongan agar fasilitas kesehatan semakin aktif melakukan penemuan kasus, Kementerian Kesehatan akan memberikan apresiasi kepada puskesmas yang berhasil menemukan kasus kusta terbanyak.

Senada dengan itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan kepala daerah memiliki peran penting dalam memastikan program eliminasi kusta berjalan optimal. Menurutnya, komitmen pimpinan daerah akan menentukan apakah program kesehatan mendapat dukungan perencanaan dan anggaran yang memadai.

Tito mengungkapkan, pemerintah juga tengah menyiapkan skema insentif bagi daerah yang menunjukkan kinerja terbaik dalam program kesehatan, termasuk pengendalian kusta dan tuberkulosis.

"Kami juga sedang menyiapkan insentif bagi daerah yang menunjukkan kinerja terbaik dalam program kesehatan, termasuk pengendalian kusta dan tuberkulosis," kata Tito.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore