Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 5 Agustus 2026 | 18.56 WIB

Kemenkes Sarankan Warga Laporkan Nakes yang Komentar Tak Etis terhadap Pasien BPJS ke KKI

Ilustrasi IGD. Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Ilustrasi IGD. Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyarankan masyarakat melaporkan tenaga kesehatan (nakes) maupun tenaga medis (named) ke Konsil Kesehatan Indonesia (KKI). Hal itu terkait komentar-komentar yang tidak etis terhadap salah seorang pasien BPJS Kesehatan di media sosial.

"Jika masyarakat menemukan dugaan adanya pelanggaran etik atau disiplin profesi tenaga medis/tenaga kesehatan, kami mengimbau agar disampaikan melalui mekanisme pengaduan di Konsil Kesehatan Indonesia (KKI)," ujar Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman saat dihubungi, Rabu (5/8).

Ia menerangkan bahwa yang dapat memproses masalah etik nakes atau named adalah KKI. "Sehingga dapat diperiksa dan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku," ucap Aji.

Untuk diketahui, KKI adalah badan non-struktural yang bersifat independen di bawah Presiden atau Menteri Kesehatan. KKI bertugas mengatur, membina, dan meningkatkan mutu praktik tenaga medis serta tenaga kesehatan.

Selain itu, KKI juga memiliki tugas untuk memberikan perlindungan dan kepastian hukum kepada masyarakat terkait masalah kesehatan di Indonesia.

Sebelumnya, sejumlah tenaga kesehatan (nakes) yang sempat melontarkan komentar tidak etis terhadap unggahan seorang pasien pengguna BPJS Kesehatan di Threads ramai-ramai menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf. Hal itu setelah diketahui pemilik utas tersebut meninggal dunia dan netizen meneror mereka.

Kasus ini bermula dari unggahan akun Threads @yurizaltreach yang mengeluhkan belum mendapatkan ruang perawatan selama delapan jam. Dalam unggahannya, ia menulis, "8 jam blm dpt ruangan. Gamau spill RS nya, soalnya gue pake bpjs."

Alih-alih mendapat tanggapan memuaskan, unggahan tersebut justru dibanjiri komentar yang dinilai tidak berempati. Beberapa akun yang mengaku sebagai tenaga kesehatan melontarkan komentar bernada sinis, bahkan ada yang menyarankan pasien masuk ke ruang jenazah hingga mengucapkan kalimat yang mengarah pada tindakan menyakiti diri sendiri.

Perbincangan berubah drastis setelah akun @hilperd yang mengaku sebagai sepupu pemilik utas, mengabarkan bahwa Yurizal telah meninggal dunia pada 31 Juli 2026.

"Yurizal sender ini sepupu saya, sudah meninggal 31 Juli kemarin, karena terlambat ditanganin RS karena sudah gawat bgt. Maafin sepupu saya kalau curhat gini di Threads. Sebelumnya dia sakit enggak pernah cerita ke mana-mana bahkan ke keluarga, apa-apa disimpan sendiri. Sudah ya jangan ada hate lagi di sini," tulis akun tersebut.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore