
Ilustrasi para nakes di sebuah rumah sakit. (Gemini AI)
JawaPos.com - Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) menyatakan tengah menelusuri kasus perundungan yang dilakukan tenaga kesehatan (nakes) maupun tenaga medis (named) terhadap pasien BPJS, Yutrizal Tri Chaerawan di media sosial. Perundungan itu berupa komentar nirempati terhadap pasien sebelum akhirnya meninggal dunia.
"Saat ini, KKI bersama Organisasi Profesi terkait sedang melakukan penelusuran terhadap peristiwa tersebut sesuai dengan kewenangan masing-masing," ujar Anggota Pimpinan KKI Mohammad Sachril kepada wartawan, Kamis (6/8).
Apabila dari hasil penelusuran ditemukan adanya pelanggaran dari nakes maupun named yang viral di media sosial, Sachril menyatakan bahwa para pelaku akan diberikan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
"Selain itu, KKI berkoordinasi dengan institusi pendidikan, serta fasilitas pelayanan kesehatan tempat yang bersangkutan menjalankan pendidikan maupun bekerja, agar masing-masing dapat melakukan pembinaan sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnya," tuturnya.
"Langkah ini diharapkan dapat memperkuat budaya profesionalisme, etika profesi, serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan," sambung Sachril.
Ia menegaskan bahwa peristiwa ini mesti menjadi pengingat bagi seluruh tenaga medis dan tenaga kesehatan bahwa jejak digital merupakan bagian dari profesionalisme.
"Setiap bentuk komunikasi di ruang digital hendaknya mencerminkan nilai-nilai luhur etika profesi," pungkas Sachril.
Kasus ini sebelumnya ramai diperbincangkan setelah unggahan Yutrizal di Threads yang mengeluhkan belum mendapatkan ruang perawatan di rumah sakit selama delapan jam viral di media sosial.
Unggahan tersebut kemudian mendapat sejumlah komentar yang dinilai tidak berempati dari akun-akun yang mengaku sebagai tenaga kesehatan.
Setelah diketahui Yutrizal meninggal dunia, sejumlah tenaga kesehatan yang sempat memberikan komentar tersebut menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf secara terbuka.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Diunggulkan!
Profil Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana: Diduga Match Fixing, Dicoret PBSI dari Kejuaraan Dunia
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Maung Bandung Favorit Juara
Aji Santoso Resmi Latih de Red FC, Klub Baru Jawa Timur Pilih Stadion Gelora 10 November Surabaya
Bertahun-Tahun Mogok Kerja, Tim 10 Pekerja Freeport Serahkan Tuntutan ke Said Iqbal
Jafar/Felisha dan Adnan/Indah Dicoret dari Kejuaraan Dunia, PBSI Buka Suara Soal Dugaan Match Fixing
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Pembuktian Sihir John Herdman!
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
