
Ilustrasi abu vulkanik menutupi permukaan mobil. (ANTARA/Aditya Pradana Putra)
JawaPos.com - Paparan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau yang mencapai Jabodetabek menjadi pengingat bahwa ancaman terhadap udara yang dihirup masyarakat Indonesia tidak hanya datang dari asap kendaraan dan polusi perkotaan.
Fenomena sebaran abu vulkanik akibat aktivitas gunung berapi menjadi pengingat bahwa kualitas udara juga dapat memburuk akibat bencana alam dan berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat.
Indah Khairunnisa, Lead Project International Day of Clean Air 2026 menerangkan bahwa di Jakarta, persoalan polusi udara telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat urban. Sementara di sejumlah wilayah lain, masyarakat dapat menghadapi paparan asap kebakaran hutan dan lahan maupun abu vulkanik dari aktivitas gunung berapi.
Baca Juga:PT Toba Pulp Lestari Jadi Tersangka Korupsi Transfer Pricing, Kerugian Negara Rp 2 Triliun
Memanfaatkan momentum Hari Udara Bersih Internasional 2026, Bicara Udara dengan fasilitasi Clean Mobility Collective Global mengajak generasi muda memahami persoalan kualitas udara sekaligus menyuarakan pengalaman dan keresahan mereka melalui rangkaian kegiatan bertema “Navigating Pollution: Living Smart, Breathing Better”.
Bagi masyarakat urban, Indah menegaskan bahwa paparan polusi juga dapat terjadi ketika mereka melakukan perjalanan sehari-hari. Mereka yang berjalan kaki, bersepeda, maupun menggunakan transportasi publik tetap berhadapan dengan kualitas udara di sepanjang perjalanan. Karena itu, konsep healthy commute mesti menjadi prioritas.
“Healthy commute seharusnya tidak menjadi pilihan yang sulit bagi masyarakat. Ketika seseorang memilih berjalan kaki atau menggunakan transportasi publik, seharusnya ada sistem yang mendukungnya untuk tetap aman dan terlindungi dari paparan polusi," ujar Indah kepada wartawan, Senin (7/9).
Baca Juga:Merasa Kurang Bahagia Akhir-Akhir Ini? Mungkin Kamu Melewatkan 7 Hal Sederhana Menurut Psikologi
Melalui International Day of Clean Air 2026, ia menegaskan ingin membawa keresahan dan pengalaman anak muda dalam mobilitas sehari-hari ke ruang percakapan yang lebih luas, termasuk dengan para pemangku kebijakan
"Agar kebutuhan akan transportasi yang sehat dan mendukung udara bersih semakin diperhatikan,” tuturnya
Sementara itu, Anggota DPRD DKI Jakarta William A. Sarana menyatakan pentingnya kebutuhan terhadap kebijakan pengendalian pencemaran udara yang lebih responsif.
Pembahasan tersebut menjadi relevan mengingat Perda Provinsi DKI Jakarta Nomor 2 Tahun 2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara telah menjadi landasan pengendalian kualitas udara Jakarta selama lebih dari dua dekade.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Prediksi Skor Al-Hilal vs Al-Gharafa di Liga Champions Asia: Gabriel Martinelli Cetak Gol Lagi!
Prediksi Genoa vs Sudtirol: Rotasi De Rossi Jadi Sorotan, Laga Coppa Italia Bisa Berlangsung Sengit
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Osasuna di Liga Spanyol: Los Colchoneros Menang di Metropolitano

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022