Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 25 September 2026 | 17.16 WIB

Jutaan Warga RI Berobat ke Luar Negeri, Layanan Kesehatan Dalam Negeri Digenjot

Direktur Hubungan Kelembagaan Pertamedika Indonesia Healthcare Corporation (IHC), dr. Kamelia Faisal, M.A.R.S., saat media visit di Kantor JawaPos.com, Graha Pena, Jakarta Selatan, Kamis (24/9)/(Foto: Muhammad Hafidz/JawaPos.com). - Image

Direktur Hubungan Kelembagaan Pertamedika Indonesia Healthcare Corporation (IHC), dr. Kamelia Faisal, M.A.R.S., saat media visit di Kantor JawaPos.com, Graha Pena, Jakarta Selatan, Kamis (24/9)/(Foto: Muhammad Hafidz/JawaPos.com).

JawaPos.com – Fenomena jutaan warga Indonesi berobat ke luar negeri menjadi pekerjaan rumah bagi layanan kesehatan di dalam negeri. Penguatan fasilitas, teknologi medis, hingga kompetensi dokter terus  digenjot guna menjawab kebutuhan pasien yang selama ini mencari layanan kesehatan di negara lain.

Direktur Kelembagaan Pertamedika Indonesia Healthcare Corporation (IHC), dr. Kamelia Faisal, M.A.R.S., mengatakan informasi mengenai banyaknya masyarakat Indonesia yang berobat ke luar negeri memang terkonfirmasi dari berbagai informasi yang diperolehnya saat melakukan kunjungan ke sejumlah negara.

“Ya, jadi memang Pak Menkes kan sempat mengucapkan ya katanya ada 2 juta lebih ya orang Indonesia yang pergi ke luar negeri setiap tahunnya,” kata Kamelia saat Media Visit di Kantor JawaPos.com, Graha Pena, Jakarta Selatan, Kamis (24/9).

Menurut dia, Malaysia dan Singapura menjadi sejumlah negara yang banyak dituju masyarakat Indonesia untuk mendapatkan layanan kesehatan. Kondisi tersebut mendorong IHC untuk menghadirkan fasilitas kesehatan dengan standar pelayanan yang selama ini dicari masyarakat ketika berobat ke luar negeri.

“Nah itu kami tindak lanjut, kami ingin IHC bisa jadi menjadi flagship-nya Indonesia, kebanggaan di ketahanan kesehatan masyarakat, sekaligus kita menyediakan lahannya untuk pelayanan kesehatan baik bagi turis luar yang mau ke Indonesia maupun bagi orang Indonesia yang biasa ke luar negeri,” ujarnya.

Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui Bali International Hospital (BIH) yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur, Bali. Rumah sakit itu mulai beroperasi pada Juli 2025 dengan dukungan dokter Indonesia serta sejumlah dokter asing.

“Jadi supaya orang nggak sibuk keluar, kami datangkan dokter yang biasa dikunjungi oleh orang-orang ini ke Indonesia,” jelasnya.

Kamelia mengatakan BIH memiliki sejumlah layanan unggulan, salah satunya bidang kanker. IHC menggandeng pihak dari Australia untuk mengelola layanan kanker tersebut secara menyeluruh, dengan melibatkan dokter asing maupun dokter Indonesia.

“Kita bekerja sama dengan sebuah brand icon namanya, itu dari Australia, yang me-manage ya, mengelola layanan cancer kita dari A to Z, lengkap dokternya,” katanya.

Selain kanker, BIH juga mengembangkan layanan unggulan kardiologi atau jantung. Menurut Kamelia, meski tergolong rumah sakit baru, BIH telah berhasil melakukan operasi bedah jantung pada tahun ini (2026). “Dan sukses ya,” ujarnya.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore