Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 7 Oktober 2026 | 06.31 WIB

Sering Ketindihan saat Tidur? Ini Penjelasan, Penyebab, dan Cara Mencegahnya

Ilustrasi seseorang mengalami sleep paralysis. (Magnific) - Image

Ilustrasi seseorang mengalami sleep paralysis. (Magnific)

JawaPos.com - Ketindihan saat tidur kerap dikaitkan dengan berbagai hal-hal mistis oleh masyarakat. Padahal, kondisi ini memiliki penjelasan medis yang dikenal dengan istilah sleep paralysis atau kelumpuhan tidur.

Sleep paralysis merupakan kondisi ketika seseorang terbangun saat tidur, tetapi tidak dapat bergerak atau berbicara. Kondisi ini umumnya berlangsung selama beberapa detik hingga beberapa menit dan sering disertai halusinasi, seperti merasa ada sosok di kamar, dada terasa ditekan, bahkan muncul rasa takut.

Melansir dari Harvard Health Publishing, Selasa (6/10), sleep paralysis terjadi karena otak dan tubuh tidak sinkron. Saat tidur, tubuh memasuki fase REM (Rapid Eye Movement) yang membuat otot-otot menjadi rileks untuk mencegah tubuh bergerak mengikuti mimpi.

Saat sleep paralysis terjadi, otak sudah bangun dan sadar, tetapi tubuh masih dalam kondisi rileks. Akibatnya, seseorang tidak dapat menggerakkan tubuh meski sudah terbangun. Meski begitu, penyebab pasti sleep paralysis belum diketahui. Namun, menurut Halodoc, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risikonya.

1. Waktu Tidur Kurang

Kurangnya waktu tidur dapat mengganggu siklus tidur yang seharusnya berjalan secara teratur. Ketika tubuh tidak mendapatkan waktu istirahat yang cukup, pola tidur dapat berubah dan risiko mengalami sleep paralysis pun meningkat.

2. Mengalami Stres

Stres tidak hanya memengaruhi kondisi emosional, tetapi juga dapat mengganggu kualitas tidur. Kesulitan tidur atau tidur yang tidak nyenyak akibat stres dapat membuat seseorang lebih rentan mengalami sleep paralysis.

3. Jadwal Tidur Tidak Menentu

Kebiasaan begadang, tidur terlalu larut, atau sering mengubah waktu tidur dan bangun dapat mengganggu ritme alami tubuh. Pola tidur yang tidak teratur tersebut menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan meningkatnya risiko sleep paralysis.

Editor: Bintang Pradewo
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore