
Ilustrasi mata lelah. (Freepik)
JawaPos.com - Katarak masih menjadi salah satu masalah kesehatan mata yang perlu mendapat perhatian serius. Berdasarkan survei Rapid Assessment of Avoidable Blindness* (RAAB) periode 2014–2016, sebanyak 71,7 persen kasus kebutaan di Jawa Barat disebabkan oleh katarak.
Katarak merupakan kondisi ketika lensa mata menjadi keruh sehingga penglihatan berangsur kabur. Jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, mulai dari membaca, bekerja, hingga menjalankan kegiatan secara mandiri.
Penanganan katarak melalui operasi menjadi salah satu upaya untuk memulihkan penglihatan. Akses terhadap layanan kesehatan mata pun penting agar masyarakat dapat memperoleh penanganan yang sesuai dengan kebutuhan medisnya.
Dalam rangka memperingati World Sight Day 2026, sebanyak 261 pasien katarak menjalani operasi gratis di RSUD Sayang, Kabupaten Cianjur. Kegiatan tersebut diselenggarakan melalui program Bakti Sosial Operasi Katarak Bakti BCA dengan melibatkan tenaga medis dari Departemen Penanggulangan Buta Katarak Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (DPBK PERDAMI).
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan, kesehatan mata memiliki peran penting dalam menunjang kualitas hidup masyarakat. Penglihatan yang baik membantu seseorang menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih optimal.
“Bagi orang dewasa, memiliki mata yang sehat dapat mendukung peningkatan produktivitas dan kondisi ekonomi keluarga. Sementara bagi anak-anak, operasi ini akan membantu mereka belajar lebih optimal, sehingga mampu mencapai prestasi akademik yang gemilang,” ujar Hera, Jumat (16/10).
Menurutnya, upaya menjaga kesehatan mata perlu menjadi perhatian karena gangguan penglihatan dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan. Penanganan yang tepat diharapkan membantu pasien kembali menjalani aktivitas dengan lebih nyaman dan mandiri.
Program operasi katarak Bakti BCA telah berjalan sejak 2001. Hingga September 2026, program tersebut telah dilaksanakan sebanyak 106 kali di berbagai wilayah Indonesia, dengan total 10.142 pasien yang mendapatkan layanan operasi katarak.
RSUD Sayang Cianjur juga pernah menjadi lokasi kegiatan serupa pada 26 Oktober 2024. Saat itu, program tersebut melayani 333 pasien dalam satu kegiatan.
Tingginya jumlah pasien yang membutuhkan penanganan katarak menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap kesehatan mata. Masyarakat perlu mengenali perubahan penglihatan sejak dini dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila mengalami keluhan, sehingga gangguan mata dapat diperiksa dan ditangani sesuai kondisi masing-masing.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022