
Personel TNI AU membantu pemadaman karhutla di Kalsel. (Dok Antara)
JawaPos.com - Kepala Pelaksana BPBD Balangan Rahmi menilai ada ketimpangan dalam penyaluran Bantuan Presiden (Banpres) untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan (Kalsel). Sebab, sejumlah daerah yang mengalami kebakaran hingga ribuan hektare justru tidak mendapat bantuan meski menghadapi dampak yang lebih parah.
"Justru kondisi mereka jauh lebih parah dari Kabupaten Balangan dan mereka berada di wilayah ring satu. Seperti Kabupaten Banjar dan Barito Kuala yang sudah menaikkan status tanggap darurat," kata Rahmi seperti dikutip dari Kalteng Pos (Jawa Pos Grup), Jumat (16/10).
Pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyalurkan Banpres senilai total Rp 100 miliar untuk penanganan karhutla di Kalsel. Namun, bantuan tersebut hanya diterima lima kabupaten/kota dan Pemerintah Provinsi Kalsel.
Lima daerah penerima bantuan itu yakni Kabupaten Tanah Bumbu dan Hulu Sungai Selatan (HSS), masing-masing Rp 10 miliar; Kabupaten Tapin dan Kota Banjarbaru, masing-masing Rp 15 miliar; serta Kabupaten Tanah Laut sebesar Rp 20 miliar. Sementara itu, Pemprov Kalsel memperoleh Rp 30 miliar.
Sejumlah daerah lain yang juga terdampak karhutla tidak mendapatkan alokasi bantuan tersebut. Di antaranya Kabupaten Balangan, Banjar, Barito Kuala (Batola), Kotabaru, Hulu Sungai Utara (HSU), Tabalong, serta Kota Banjarmasin.
Rahmi mengungkapkan, tidak adanya bantuan Banpres berdampak pada operasional satuan tugas (satgas) karhutla di lapangan. Terlebih, Pemkab Balangan saat ini juga menghadapi keterbatasan anggaran.
"Tentu sangat berdampak sekali, karena selain tidak ada kucuran dana bantuan ini, kita saat ini juga mengalami defisit anggaran," tuturnya.
Untuk memenuhi kebutuhan operasional penanganan karhutla, BPBD Balangan masih berupaya mengoptimalkan anggaran murni yang tersedia. Jika dana tersebut tidak mencukupi, penggunaan Belanja Tidak Terduga (BTT) akan disesuaikan dengan kebijakan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
"Untuk dana operasional, saat ini kita masih mencoba mengoptimalkan anggaran murni. Namun apabila terpaksa harus menggunakan dana BTT, tentu nanti akan disesuaikan dengan kebijakan TAPD pemerintah daerah," imbuhnya.
Di daerah lain, persoalan penyaluran Banpres juga menjadi sorotan. Sekda Kabupaten Banjar Yudi Andrea mengatakan, luas lahan karhutla yang telah diverifikasi di wilayahnya mencapai lebih dari 6.000 hektare. Namun, data luas kebakaran yang menjadi acuan bantuan disebut hanya sekitar 2.000 hektare.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fulham vs Hull City: The Tigers Berpeluang Menang Tipis di Craven Cottage
Prediksi Skor Garudayaksa vs Arema FC: Produktivitas Singo Edan Jadi Ancaman Bagi Tuan Rumah
Prediksi Skor Lille vs Brest di Liga Prancis: Verdonk Starter, Les Dogues Berjaya di Pierre Mauroy
Prediksi Susunan Pemain Real Betis vs Barcelona: Yamal dan Adeyemi Jadi Andalan
Prediksi Skor Hamburger SV vs Stuttgart: Die Roten Siap Pesta Gol di Volksparkstadion
Prediksi Skor Espanyol vs Atletico Madrid di Liga Spanyol: Los Rojiblancos Pertahankan Laju Positif
Prediksi Skor PSGC Ciamis vs PSIS Semarang di Pegadaian Championship: Tuan Rumah Hadapi Ujian Berat
Prediksi Susunan Pemain AS Roma vs Genoa: Santiago Castro Siap Jadi Andalan
Prediksi Skor Semen Padang vs PSMS di Championship: Kabau Sirah Bidik Kemenangan Kandang Perdana
Prediksi RANS Nusantara vs Persela Lamongan: Laskar Joko Tingkir Berburu Kemenangan di Malang

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022