
Salah satu pemicu hipertensi adalah karena kelebihan berat badan atau obesitas.
JawaPos.com - Diet Ketogenic atau yang akrab 'Diet Keto' saat ini memang sedang diganderungi. Diet Keto fokus pada metode rendah karbohidrat dan memakan makanan tinggi lemak serta moderat-protein. Meski banyak penderita hipertensi yang khawatir dengan metode ini, tapi ternyata, diet keto sebenarnya bisa bermanfaat bagi mereka yang memiliki tekanan darah tinggi.
Bukan karena metode dietnya, melainkan karena penurunan berat badan yang dihasilkan. Maka diet keto cocok dilakukan bagi penderita hipertensi.
Dokter spesialis jantung dan berat badan, Luiza Petre menuturkan, salah satu pemicu hipertensi adalah karena kelebihan berat badan atau obesitas. Obesitas juga memicu penyakit lainnya salah satunya diabetes.
"Intinya adalah diet ketogenik akan meningkatkan tekanan darah, tetapi tidak sebagai efek langsung. Ini melalui manfaat penurunan berat badan tidak langsung," ujar Luiza seperti dilansir dari Pop Sugar, Minggu (1/7).
Seperti studi kasus di Polandia pada 2011 misalnya. Luiza menyebut, saat itu, ditemukan 80 persen kasus hipertensi yang disebabkan oleh obesitas. Sedangkan, seseorang yang berhasil menurunkan berat badan dengan diet keto, memiliki 50 persen kemungkinan untuk membalikkan tekanan darah mereka tanpa obat.
Sebuah penelitian dalam British Journal of Nutrition menunjukkan, orang yang mengikuti diet keto dengan pola rendah karbohidrat, akan lebih banyak menurunkan berat badan ketimbang diet rendah lemak. Sehingga, penurunan berat badan pun akan efektif. Sehingaa hipertensi karena obesitas pun terhindari.
"Jika diet keto dilakukan tanpa tujuan penurunan berat badan, itu mungkin tidak mempengaruhi tekanan darah sama sekali. Menurunkan berat badan tetap menjadi intervensi nomor satu, diikuti dengan menurunkan garam dan berolahraga untuk meningkatkan tekanan darah," tutur Luiza.
Meski begitu, diet keto mungkin bukan yang terbaik untuk menurunkan berat badan bagi mereka yang memiliki tekanan darah tinggi. Nieca Goldberg, direktur medis dari Joan H. Tisch Pusat Kesehatan Wanita di NYU Langone Medical Center, merekomendasikan diet DASH sebagai gantinya.
Diet DASH adalah singkatan dari Dietary Approaches to Stop Hypertension. Diet DASH bergaya Mediterania dengan kaya akan sayuran, buah, biji-bijian, dan daging tanpa lemak serta rendah garam. Untuk menyempurnakan diet bagi para hipertensi, Nieca juga menyebut, makanan olahan harus betul-betul dihindari.
Jika Anda berpikir tentang mencoba diet keto, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli diet sebelum membuat perubahan diet yang drastis.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
