Ilustrasi pengguna aplikasi Instagram. (Nextpit)
JawaPos.com – Telegram semakin serius dalam mengembangkan ekosistem kripto dengan menghadirkan fitur trading dan yield pada Telegram Wallet, dompet digital yang dibangun di atas blockchain The Open Network (TON).
Dengan pembaruan ini, lebih dari 100 juta pengguna kini dapat membeli, menjual, dan mendapatkan penghasilan dari aset kripto langsung di dalam aplikasi Telegram.
Dilansir dari Bitcoin.com News, dompet ini sebelumnya hanya mendukung Toncoin (TON), tetapi kini telah diperluas untuk mencakup Bitcoin, USDT berbasis TON, serta aset lain seperti Notcoin.
Langkah ini diharapkan dapat memperluas adopsi kripto bagi pengguna Telegram yang belum familiar dengan aset digital.
Salah satu daya tarik utama dari pembaruan ini adalah kemudahan dalam melakukan transaksi kripto. Pengguna tidak lagi perlu melakukan deposit on-chain yang rumit, sehingga mereka bisa langsung membeli, menjual, atau menyimpan aset digital tanpa keluar dari aplikasi.
Menurut CEO The Open Platform (TOP), Andrew Rogozov, pembaruan ini menjadikan Telegram Wallet sebagai platform kripto yang lebih lengkap.
“Dengan pembaruan ini, Wallet kini beroperasi sebagai platform kripto yang sepenuhnya terintegrasi di Telegram, tetapi tetap sederhana dan mudah diakses,” ujarnya.
Selain fitur trading, Telegram Wallet juga memperkenalkan fitur earn, yang memungkinkan pengguna mendapatkan imbal hasil (yield) dengan menyimpan Toncoin.
Detail seperti tingkat bunga tahunan (APR) dan jumlah minimum yang harus disimpan belum diungkapkan, tetapi rencana untuk menambahkan dukungan yield pada USDT serta program loyalitas bagi pemegang TON diperkirakan akan diluncurkan dalam beberapa bulan mendatang.
Telegram dan TOP berharap fitur ini dapat mempercepat adopsi TON dan menjadikan ekosistemnya lebih kompetitif dibandingkan blockchain lain.
Keputusan Telegram untuk memperluas fitur kripto bukan hanya langkah bisnis biasa. Dengan 950 juta pengguna aktif bulanan, Telegram kini berpotensi menjadi salah satu gerbang utama adopsi kripto global.
Menurut news.bitcoin.com, langkah Telegram dalam mengembangkan blockchain TON juga telah berkontribusi terhadap profitabilitas perusahaan. Ini menunjukkan bahwa integrasi teknologi blockchain bukan hanya tren, tetapi juga strategi bisnis yang berkelanjutan.
Dengan semakin banyaknya pengguna yang terhubung ke dunia kripto melalui aplikasi yang mereka gunakan sehari-hari, Telegram Wallet bisa menjadi pesaing serius bagi bursa kripto tradisional. Apakah ini awal dari revolusi kripto dalam aplikasi pesan? Kita tunggu perkembangannya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Kuching City vs Tampines di ASEAN Club Championship: The Cats Unggul Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Didik J Rachbini: Putusan MK Ungkap Kebohongan Gibran dan Jokowi
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Meksiko vs Cile: El Tri Bakal Bangkit, La Roja Akhiri Tren Buruk
Gibran Terbukti Tak Punya Ijazah SMA, tapi MK Tidak Berwenang Diskualifikasi dari Wapres

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022