
Ilustrasi Bitcoin. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)
JawaPos.com – Pasar kripto kembali mengalami guncangan besar setelah konflik geopolitik di Timur Tengah memanas. Serangan terbaru Amerika Serikat terhadap target di Iran memicu kepanikan di market global, menghantam aset berisiko termasuk Bitcoin dan Ethereum. Dalam waktu 24 jam, likuidasi posisi derivatif kripto nyaris mencapai USD 1 miliar atau sekitar Rp 16,6 triliun dengan kurs Rp 17.850.
Dikutip dari BeInCrypto, Kamis (28/5), total likuidasi kripto mencapai USD 934,24 juta (Rp 16,67 triliun) dan menghapus sekitar 167.400 akun trader. Mayoritas korban berasal dari trader long yang sebelumnya bertaruh market akan melanjutkan rebound pasca optimisme gencatan senjata pekan lalu.
Bitcoin menjadi aset dengan tekanan terbesar, mencatat likuidasi USD 363 juta (Rp 6,47 triliun). Ethereum menyusul dengan USD 240 juta (Rp 4,28 triliun). Salah satu posisi terbesar yang dilikuidasi adalah long BTC senilai USD 15,34 juta (Rp 273,8 miliar) di platform Hyperliquid.
Data CoinGlass menunjukkan sekitar 93 persen total likuidasi berasal dari posisi long. Ini menandakan market sebelumnya terlalu agresif membangun ekspektasi bullish setelah muncul harapan deeskalasi konflik Iran-Amerika Serikat.
Leverage di market derivatif meningkat tajam dalam beberapa hari terakhir. Namun ketika serangan baru terjadi, posisi long langsung runtuh secara berantai.
Bitcoin bahkan sempat jatuh di bawah USD 73.000 atau sekitar Rp 1,3 miliar, memperpanjang penurunan yang sudah dimulai sejak Presiden Donald Trump mulai meragukan kemungkinan tercapainya kesepakatan damai awal pekan ini.
Tekanan pasar dimulai setelah US Central Command mengonfirmasi serangan terhadap target Iran di sekitar Selat Hormuz. Amerika Serikat menghancurkan empat drone serang satu arah dan sebuah stasiun kendali di Bandar Abbas.
Washington menyebut target tersebut mengancam pasukan Amerika Serikat serta jalur perdagangan laut di Selat Hormuz. Media pemerintah Iran mengklaim tidak ada korban jiwa dalam serangan tersebut.
Situasi makin tegang setelah Kuwait mengaktifkan sistem pertahanan udara menghadapi ancaman rudal dan drone.
Padahal beberapa hari sebelumnya kedua pihak sempat memberi sinyal menuju kerangka gencatan senjata. Namun dalam rapat kabinet Rabu waktu Amerika Serikat, Trump mengakui negosiasi mulai mandek.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Israel vs Irlandia di UEFA Nations League: The Green Army Curi Kemenangan Tandang
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022