Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 16 Maret 2025 | 21.45 WIB

Harga Ethereum Bisa Jatuh ke Rp 20 Juta, Tapi Ada Peluang Rebound ke Rp 48 Juta

Ilustrasi ethereum. (Unchained Crypto) - Image

Ilustrasi ethereum. (Unchained Crypto)

JawaPos.com – Ethereum (ETH) terus berada dalam tekanan setelah kehilangan lebih dari 50% nilainya dalam tiga bulan terakhir. Aset kripto terbesar kedua di dunia ini turun dari USD 4.061 atau sekitar Rp 65,8 juta pada Desember 2023 menjadi USD 1.900 atau Rp 30,7 juta saat artikel ini ditulis.

Dikutip dari Bitcoinist, beberapa analis memperingatkan bahwa Ethereum masih berisiko turun lebih dalam, sementara yang lain melihat peluang pemulihan jika level resistensi tertentu berhasil ditembus.

Analis kripto Ali Martinez dalam unggahannya di platform X (sebelumnya Twitter) menyebutkan bahwa Ethereum berada di jalur menuju USD 1.250 atau sekitar Rp 20,2 juta setelah keluar dari pola parallel channel pada grafik harian.

Menurutnya, jika ETH tidak berhasil bertahan di atas USD 2.200, maka tekanan jual bisa semakin kuat.

Senada dengan itu, analis Ted juga memperingatkan bahwa sebelum mengalami pemulihan signifikan, ETH kemungkinan akan turun ke kisaran USD 1.400 – 1.600 atau sekitar Rp 22,7 juta – 25,9 juta.

Sementara itu, data dari CoinGecko menunjukkan bahwa dalam setahun terakhir, ETH telah mengalami penurunan hampir 60% terhadap Bitcoin, mengindikasikan tren bearish yang masih kuat di pasar altcoin.

Di sisi lain, beberapa analis melihat potensi pembalikan tren yang bisa membawa Ethereum kembali ke zona bullish.

Analis Daan Crypto Trades menyatakan bahwa ETH membentuk pola falling wedge, yang secara historis sering menjadi sinyal pembalikan harga. Namun, menurutnya, ETH harus terlebih dahulu menembus zona USD 2.000 – 2.260 untuk mengonfirmasi potensi kenaikan lebih lanjut.

Jika ini terjadi, maka Ethereum berpotensi kembali ke USD 3.000 atau sekitar Rp 48,6 juta dalam waktu dekat.

Sementara itu, analis Merlijn The Trader melihat pola pergerakan Ethereum saat ini mirip dengan fase 2019-2020, ketika ETH sempat mengalami koreksi tajam sebelum akhirnya melanjutkan tren bullish yang kuat.

Analis lainnya, Ted, bahkan membandingkan Ethereum saat ini dengan Bitcoin di 2019, ketika BTC sempat stagnan di USD 14.000 sebelum akhirnya melejit ke USD 64.000 dalam bull run berikutnya.

Dengan kondisi saat ini, Ethereum masih berada di zona ketidakpastian. Jika tekanan jual terus berlanjut, ETH bisa jatuh hingga USD 1.250 atau Rp 20 juta. Namun, jika mampu menembus level USD 2.260, peluang untuk rebound ke USD 3.000 atau Rp 48 juta semakin terbuka.

Saat ini, Ethereum diperdagangkan di USD 1.933 atau Rp 31,3 juta, naik 5,2% dalam 24 jam terakhir. Dengan volatilitas yang masih tinggi, investor sebaiknya tetap waspada dan melakukan analisis lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore