
Ilustrasi Ethereum. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)
JawaPos.com – Di tengah tekanan data inflasi Amerika Serikat, harga Ethereum kembali merosot di bawah level psikologis USD 2.000 atau sekitar Rp 32,8 juta, setelah sempat memantul ke atas batas tersebut awal pekan ini.
Aset kripto terbesar kedua ini memang belum mampu menunjukkan performa optimal, bahkan di tengah sentimen bull market yang sempat mendongkrak banyak altcoin lainnya.
Namun, sinyal teknikal terbaru justru memberi harapan bagi potensi rebound. Dikutip dari Bitcoinist, Minggu (30/3), analis teknikal bersertifikat Tony Severino mengungkap bahwa indikator RSI bulanan Ethereum saat ini berada di titik yang sama seperti saat bear market 2018—periode ketika ETH kemudian mencatat lonjakan besar.
RSI atau Relative Strength Index merupakan indikator momentum yang kerap digunakan dalam analisis teknikal untuk mengukur kekuatan tren harga suatu aset.
Nilai RSI di atas 70 biasanya menunjukkan kondisi overbought, sementara di bawah 30 menandakan pasar dalam kondisi oversold atau jenuh jual—yang sering kali menjadi sinyal potensi pembalikan arah harga.
Menurut Severino, posisi RSI bulanan Ethereum saat ini sangat mirip dengan saat ETH terpuruk pada Mei dan November 2022, serta saat krisis besar di 2018.
Setelah menyentuh titik RSI terendah itu, harga Ethereum kala itu mengalami lonjakan signifikan.
Pada siklus 2018, misalnya, ETH sempat anjlok ke USD 120 (Rp 1,9 juta), lalu melesat hampir 4.000 persen hingga mencetak rekor sepanjang masa di USD 4.878 (Rp 79,8 juta).
Menariknya, Ethereum sempat kembali mendekati level tertinggi tersebut di awal 2024 setelah sebelumnya juga menyentuh level RSI rendah pasca kejatuhan pasar 2022.
Jika pola ini kembali berulang, maka ETH bisa saja segera bangkit dari level saat ini menuju harga tertinggi baru.
Namun Severino juga memberikan catatan penting. Pada 2018, RSI menyentuh titik nadir setelah Ethereum anjlok 94 persen dari harga puncaknya.
Sementara saat ini, ETH baru turun sekitar 56 persen dari harga tertinggi lokal dan 63 persen dari rekor sepanjang masa. Artinya, masih ada ruang bagi penurunan lebih lanjut sebelum bisa dipastikan bahwa level terendah telah tercapai.
Hingga saat ini, harga Ethereum berada di kisaran USD 1.880 atau sekitar Rp 30,8 juta, mencatat penurunan hampir 7 persen dalam 24 jam terakhir.
Dengan indikator RSI bulanan yang menandakan kondisi jenuh jual, investor kini menanti apakah sejarah akan kembali berulang, atau justru ETH masih akan melanjutkan tren penurunan.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
Prediksi Skor Iran vs Selandia Baru di Piala Dunia 2026: Team Melli Diterpa Gejolak Geopolitik Tapi Punya Kans Menang
Prediksi Skor Arab Saudi vs Uruguay di Piala Dunia 2026: La Celeste Dijagokan Menang!
