
Ilustrasi volatilitas pasar kripto. (English Saga).
3. Risiko over-regulation
Jika perizinan rumit dan mahal, startup lokal bisa lari ke negara lain, menghambat potensi Web3 lokal.
4. Risiko bagi investor ritel
Investor Indonesia masih belum memahami tokenomics, resiko rug pull, dan volatilitas aset digital. Tanpa edukasi, mereka rentan menjadi korban.
Contoh Regulasi ICO/IEO di Luar Negeri yang Bisa Jadi Acuan Indonesia
Banyak negara mulai mengatur penggalangan dana berbasis token dengan pendekatan berbeda, diantaranya adalah:
1. Singapura (MAS)
Monetary Authority of Singapore mengatur token berdasarkan fungsi ekonominya. Jika token dianggap sekuritas, proyek wajib memiliki lisensi Capital Markets Services. Singapura juga mendorong audit smart contract dan uji kelayakan token sebelum dijual ke publik.
2. Jepang (FSA)
Financial Services Agency mewajibkan listing hanya melalui bursa yang telah didaftarkan secara resmi. Token harus melalui proses penilaian risiko dan keamanan. Token baru tidak bisa dijual bebas tanpa persetujuan.
3. Uni Eropa (MiCA 2024)
Regulasi Markets in Crypto-Assets (MiCA) memberikan standar perizinan bagi penerbit token, termasuk stablecoin. MiCA mewajibkan whitepaper terstandar, audit, dan perlindungan konsumen.
Ketiga model ini dapat menjadi referensi bagi OJK dalam membangun regulasi yang adaptif namun tegas.
Pentingnya Infrastruktur Transaksi yang Aman dalam Ekosistem Token
Untuk memastikan investasi token dapat berkembang, ekosistem perlu menyediakan fondasi transaksi yang aman. Banyak proyek Web3 bertumpu pada perdagangan ETH/USDT yang jadi dasar banyak proyek Web3, karena pasangan ini digunakan untuk pembiayaan, liquidity pool, dan pembelian token tahap awal.
Di sisi lain, masyarakat Indonesia membutuhkan aplikasi crypto exchange Indonesia yang kredibel, berizin, dan transparan untuk melakukan transaksi yang aman. Kepercayaan pada platform menjadi elemen penting, terutama ketika investor membeli token menggunakan fiat atau stablecoin.
Dengan demikian, infrastruktur transaksi yang kuat termasuk bursa berizin, mekanisme KYC, audit keamanan, dan likuiditas stabil menjadi fondasi utama bagi keberlangsungan ICO/IEO.
Bagaimana OJK Bisa Membentuk Kerangka Izin yang Aman?
Untuk menciptakan sistem yang aman tanpa menghambat inovasi, OJK dapat mempertimbangkan kerangka berikut:
1. Mekanisme Izin Berlapis (Tiered Licensing)
• Token utilitas membutuhkan izin yang lebih ringan.
• Token investasi atau sekuritas wajib melalui proses evaluasi risiko.
• Bursa atau launchpad wajib menyediakan laporan audit dan transparansi pendanaan.
2. Kewajiban Audit Smart Contract
Audit dari pihak ketiga seperti CertiK, Trail of Bits, atau Hacken harus menjadi standar minimal.
3. Mekanisme Publikasi Whitepaper yang Terstandarisasi
Isi wajib mencakup risiko, tokenomics, identitas tim, dan roadmap, seperti ketentuan dalam MiCA.
4. Pengawasan Anti-Rug Pull dan Anti-Manipulation
OJK dapat bekerja sama dengan unit cyber Polri untuk memantau pergerakan token, on-chain analytics, dan aktivitas manipulatif.
5. Sandbox Regulasi untuk Startup Web3
Seperti MAS di Singapura, sandbox memungkinkan startup melakukan uji coba dengan pengawasan ketat namun tetap fleksibel.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
