
Ilustrasi aset Kripto. (Istimewa)
JawaPos.com – Batas antara pasar saham konvensional dan aset digital semakin tipis. Dalam beberapa tahun terakhir, tokenisasi aset keuangan berkembang menjadi salah satu tren yang paling banyak dibicarakan dalam industri investasi global.
Konsep ini memungkinkan aset dunia nyata, termasuk saham dan instrumen keuangan lainnya, direpresentasikan dalam bentuk token digital yang dapat diperdagangkan melalui teknologi blockchain. Pendekatan tersebut dinilai berpotensi memperluas akses investasi, meningkatkan efisiensi transaksi, serta membuka peluang integrasi antara pasar keuangan tradisional dan ekosistem aset digital.
Perkembangan tersebut mendorong sejumlah platform kripto global untuk memperluas layanan berbasis tokenisasi. Salah satunya dilakukan oleh Bitget yang meluncurkan pembaruan layanan perdagangan saham berbentuk token melalui produk Stocks 2.0.
Produk tersebut dirancang untuk menghubungkan perdagangan saham bertoken dengan likuiditas pasar saham Amerika Serikat. Selain menawarkan perdagangan menggunakan stablecoin, sistem ini juga dirancang agar berbagai aksi korporasi seperti dividen, pemecahan saham (stock split), maupun penggabungan saham tetap tercermin pada kepemilikan token investor.
CEO Bitget, Gracy Chen, menilai tokenisasi berpotensi menjadi salah satu transformasi terbesar dalam sektor keuangan dalam beberapa tahun ke depan.
“Ekuitas yang ditokenisasi adalah jembatan yang tengah dibangun oleh kripto untuk menghubungkan pasar global,” ujarnya.
Menurut Gracy, tren tokenisasi diperkirakan akan terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan investor terhadap akses yang lebih mudah dan efisien terhadap berbagai instrumen keuangan lintas negara.
Fenomena tersebut juga mendapat perhatian luas dari lembaga keuangan global. Berbagai laporan industri menunjukkan bahwa tokenisasi aset dunia nyata (real-world assets atau RWA) semakin dipandang sebagai salah satu area pertumbuhan baru dalam sektor keuangan digital. Selain saham, aset yang mulai ditokenisasi mencakup obligasi, properti, dana investasi, hingga instrumen pasar uang.
Di sisi lain, para pelaku industri menilai perkembangan tokenisasi masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari kepastian regulasi, perlindungan investor, tata kelola aset dasar, hingga standar transparansi yang harus diterapkan secara konsisten.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022