Hainanese Chicken Rice, hidangan ikonik Singapura yang memiliki keunikan mulai dari racikan kaldu, teknik memasak ayam, serta aneka sausnya (Dok. NYT Cooking)
JawaPos.com - Hainanese Chicken Rice atau nasi ayam Hainan telah lama dikenal sebagai salah satu hidangan nasional Singapura. Sajian sederhana berupa ayam rebus dengan nasi gurih ini bukan hanya favorit masyarakat lokal, tetapi juga telah menjadi daya tarik kuliner bagi wisatawan mancanegara.
Dilansir dari Singapore and Malaysian Recipes, nasi ayam Hainan disajikan dengan ayam rebus yang dimasak perlahan, kemudian disajikan bersama nasi yang dimasak menggunakan kaldu rebusan ayam. Hidangan ini semakin lengkap dengan saus cabai jahe, bawang putih, kecap asin kental, serta semangkuk sup kaldu ayam.
Cara Penyajian yang Autentik
Menurut Michelin Guide, ayam dalam sajian khas Singapura ini biasanya dipotong beserta tulangnya (bone-in). Proses perebusan dilakukan dengan sangat hati-hati, di mana ayam dimasak hingga mencapai tingkat kematangan sempurna, kemudian segera direndam dalam air dingin untuk menghentikan proses masak. Teknik ini membuat daging ayam tetap lembut, juicy, serta bebas dari darah pada bagian tulang.
Sebelum disajikan, potongan ayam biasanya disiram dengan saus ringan yang terdiri dari tetesan lemak ayam, minyak wijen, kecap asin, dan minyak bawang merah. Untuk nasinya, beras wangi Thailand menjadi pilihan utama.
Beras mentah lebih dulu ditumis dengan lemak ayam dan bawang putih, lalu dimasak menggunakan kaldu ayam yang diperkaya dengan jahe, daun pandan, daun bawang, bahkan sereh. Beberapa koki menambahkan sedikit mentega atau margarin untuk menambah aroma gurih.
Tidak kalah penting, saus pendamping menjadi elemen wajib. Saus cabai khas yang terbuat dari cabai merah, bawang putih, dan perasan jeruk limau atau cuka memberikan sensasi pedas segar.
Ada pula saus jahe cincang halus, yang sering dicampur langsung dengan saus cabai oleh penikmatnya. Sebagian orang juga menyukai tambahan kecap asin pekat yang kental dan manis untuk disiram di atas nasi atau sebagai cocolan ayam.
Jejak Sejarah Nasi Ayam Hainan
Dikutip dari Nlb.sg, asal mula hidangan ini dapat ditelusuri ke Pulau Hainan di Tiongkok bagian selatan. Versi aslinya menggunakan ayam wenchang, jenis ayam berbadan kecil dengan daging tipis, disajikan bersama nasi berminyak dan tiga jenis saus yaitu, cabai, jahe tumbuk, serta saus tiram bercampur bawang putih.
Ketika para imigran Hainan datang ke Asia Tenggara, resep tersebut kemudian beradaptasi dengan cita rasa lokal. Salah satu perbedaan utama adalah penggunaan kaldu. Di Hainan, nasi ayam dimasak dengan kaldu campuran tulang ayam dan tulang babi, sementara di Singapura, koki setempat menghilangkan unsur babi demi menjaga kehalalan hidangan.
Selain itu, pengaruh kuliner Kanton juga terlihat jelas. Orang Kanton dikenal dengan sajian pak cham kai atau ayam putih rebus, yang biasanya menggunakan ayam muda dengan daging lembut. Teknik inilah yang akhirnya diadopsi dalam pembuatan nasi ayam Hainan di Singapura.
Hidangan ini pertama kali populer di kawasan Middle Road, Purvis Street, dan Koek Road sekitar lebih dari 60 tahun lalu, sebelum akhirnya berkembang menjadi salah satu kuliner nasional yang paling dicintai.
Rekomendasi Tempat Mencicipi

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
