Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 22 Oktober 2025 | 15.57 WIB

15 Kuliner Legendaris di Semarang yang Wajib Dicoba Sepanjang Masa, Warisan Turun Temurun

Ilustrasi kuliner legendaris yang wajib dicoba (freepik)

JawaPos.com - Semarang bukan sekadar kota pelabuhan dengan bangunan tua nan indah, tapi juga tempat lahirnya berbagai ikon kuliner yang telah memikat lidah selama puluhan bahkan ratusan tahun. 

Setiap makanan di kota ini menyimpan cerita tentang tradisi, budaya, dan perjuangan.

Dilansir dari laman kanal YouTube 10 Best ID, Senin (20/10), berikut adalah 15 kuliner legendaris Semarang yang wajib Anda cicipi setidaknya sekali seumur hidup.

1. Lumpia Gang Lombok – Simbol Ikonik Kota Semarang

Tidak lengkap rasanya berkunjung ke Semarang tanpa mencicipi Lumpia Gang Lombok. Kudapan yang telah ada sejak abad ke-19 ini merupakan hasil akulturasi budaya Tionghoa dan Jawa. Lumpia tersedia dalam dua varian: goreng renyah dan basah lembut, dengan isian rebung, ayam, udang, dan telur. Saus manis gurih serta acar segar melengkapi setiap gigitannya. Lumpia gorengnya bahkan bisa tahan hingga tiga hari, menjadikannya oleh-oleh wajib dari Gang Lombok No. 11.

2. Es Puter Conglik – Manisnya Nostalgia Dingin

Berdiri sejak 1982, Es Puter Conglik menjadi pelepas dahaga legendaris di tengah panasnya Semarang. Menggunakan santan sebagai pengganti susu, es krim tradisional ini memiliki tekstur lembut dan rasa khas. Nama “Conglik” merupakan singkatan dari “Kacung Cilik”, yang mencerminkan kisah perjuangan pendirinya. Pilihan rasa seperti durian, alpukat, cokelat, dan kopior membuatnya selalu ramai pembeli.

3. Tahu Gimbal Pak Haji Edi – Gurih, Pedas, dan Autentik

Tahu Gimbal adalah hidangan khas Semarang yang terdiri dari tahu goreng, lontong, tauge, kol, dan bakwan udang, disiram dengan saus kacang campur petis. Warung Pak Haji Edi yang berdiri sejak 1972 menjadi salah satu yang paling terkenal. Rasa manis, gurih, dan pedasnya berpadu sempurna, menciptakan cita rasa yang menggoda lidah setiap pengunjung.

4. Asem-Asem Koh Liem – Segar, Pedas, dan Melegenda

Sejak 1978, Asem-Asem Koh Liem di Jalan Karang Anyar No. 28 telah menjadi ikon kuliner Semarang. Hidangan berkuah asam pedas ini menggunakan daging sapi empuk dan sayuran segar. Kuahnya yang ringan dan segar sangat cocok dinikmati siang hari, terutama bersama lauk tambahan seperti gimbal udang.

5. Gulai Kambing Bustaman Pak Sabar – Khas Tanpa Santan

Berlokasi di belakang Gereja Blenduk, Gulai Kambing Bustaman Pak Sabar berdiri sejak 1969 dan terkenal karena tidak menggunakan santan. Sebagai gantinya, digunakan kelapa sangrai yang menciptakan kuah lebih ringan namun kaya rasa. Aroma rempahnya kuat dan khas, menjadikannya salah satu warisan kuliner yang tetap eksis hingga kini.

6. Toko Oen – Nuansa Kolonial yang Tak Pernah Pudar

Didirikan tahun 1936, Toko Oen di Jalan Pemuda adalah tempat makan klasik yang menghadirkan suasana era kolonial Belanda. Menu seperti croquettebitterballen, dan bistik lidah sapi berpadu harmonis dengan hidangan lokal seperti gado-gado dan es krim tradisional. Restoran ini bukan sekadar tempat makan, melainkan perjalanan waktu ke masa lalu.

7. Tahu Pong Gajah Mada – Renyah di Luar, Kosong di Dalam

Sudah eksis sejak 1955, Tahu Pong Gajah Mada adalah camilan khas Semarang yang terkenal karena tekstur kopongnya. Disajikan dengan kecap manis gurih dan petis udang, tahu pong menawarkan rasa sederhana namun memikat. Teknik penggorengan ganda menciptakan kerenyahan sempurna yang membuatnya tak lekang oleh waktu.

8. Bakmi Jowo Pak Gareng – Cita Rasa Tradisional di Atas Arang

Sejak 1970-an, Bakmi Jowo Pak Gareng telah mempertahankan cara memasak tradisional menggunakan arang. Cita rasanya lebih gurih dan kaya dibanding versi lain. Disajikan dengan tambahan sate usus, daging ayam, dan telur, bakmi ini menawarkan pengalaman kuliner yang menghangatkan hati dan perut.

9. Pisang Planet – Camilan Unik dari Masa Lalu

Pisang Planet adalah jajanan khas yang muncul sejak 1950-an. Nama “planet” berasal dari bahasa Jawa dipipihkan. Pisang kepok dibakar di atas arang, lalu dipipihkan dan diberi topping seperti selai nanas, mentega, dan gula. Rasanya sederhana namun membawa kenangan masa kecil yang manis.

10. Soto Bangkong – Cita Rasa Bening yang Kaya

Didirikan pada 1950 oleh Pak Karno, Soto Bangkong menawarkan kuah bening kecokelatan yang gurih khas Semarang. Menggunakan ayam kampung dan kecap buatan sendiri, rasanya ringan tapi berisi. Soto ini disajikan dengan bihun, tauge, suwiran ayam, dan sate kerang yang menambah kenikmatan.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore