
Ilustrasi. Ada reaksi yang diberikan wajah usai tanam benang.
JawaPos.com - Salah satu perawatan kecantikan yang tengah digandrungi belakangan ini adalah metode thread lift atau tanam benang. Inovasi ini dinilai lebih aman sebab tak menggunakan jalan operasi.
Dijelaskan dr. Irena Sakura Rini, Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik pengerjaan tanam benang terbilang cukup singkat yakni sekitar 30 menit jika ditangani langsung oleh ahlinya. Meski prosedur ini tergolong tindakan yang minim invasif, risiko mengalami komplikasi tetap ada.
Menurut dr. Irena usai menjalani tanam benang, biasanya pasien akan merasa lebam dan bengkak, serta sulit membuka mulut. Namun biasanya kondisi ini akan memudar dalam kurun waktu tak kurang dari 10 hari.
"Bisa jadi reaksi yang tidak bisa kita pikirkan. Bisa hitam, kulit terbakar, bisa jadi mati rasa, infeksi tidak hilang hilang. Karena pemakaian obat yang mungkin bahannya bukan untuk medis," lanjutnya.
Dalam jangka panjang, hingga 10 tahun kedepan tanam benang ini juga akan beresiko terhadap kesehatan kulit. Terlebih jika dilakukan secara terus menerus. Beberapa gangguan akan terjadi seperti infeksi, nyeri di area ujung benang, akumulasi darah (hematoma), benang putus dan bergeser hingga terjadi benjolan pada kulit (granuloma).
Untuk itu, pihaknya menghimbau agar tidak mudah tergiur oleh ajakan orang lain. Sebab belum tentu setiap orang memiliki kecocokan benang yang sama. Ia menyarankan untuk langsung berkonsultasi dengan dokter ahli sebelum melakukan tindakan.
"Bahkan obat medis pun kalo kita alergi suatu produk bisa jadi malapetaka. Si A pakai produk dari dokter X bagus, jangan sekali kali tergiur. Belum tentu di orang lain bagus. Yang benar, pasien ini ketemu dokter tersebut," pungkasnya.
Namun seiring maraknya praktek yang tak disertai keahlian dan alat mumpuni, saat ini banyak masyarakat menjadi korban. Bahkan ada benang yang dijual online.
"Banyak benang yg dijual bebas secara online. Kita harus pintar. Sebab bisa jadi akan bawa malapetaka. Kecuali udah diresepin sama dokternya terus dokternya bilang boleh beli merek A online. Baru boleh, asal dokter sudah memberi rekomendasi," ucapnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
