
Batik Besurek asal Bengkulu.
JawaPos.com - Banyak masyarakat yang mengenal kalau Batik hanya berasal dari pulau Jawa. Padahal setiap daerah di Indonesia memiliki kain batik yang khas dan penuh makna. Salah satunya batik Bengkulu.
Batik Bengkulu sering dikenal sebagai kain Besurek. Kemunculan batik di Bengkulu berawal dari abad 18 pada saat Pangeran Sentot Alibasyah dan keluarga sedang melakukan pengasingan di Bengkulu. Pada saat pengasingan tersebut ia meluangkan waktu untuk mengajarkan membatik pada masyarakat sekitar.
"Kain Besurek memiliki arti yaitu 'bersurat', itulah kenapa dinamakan kain Besurek karena memiliki motif menyerupai tulisan," ujar Nanda Jangjaya selaku Kreator Kain Besurek saat dihubungi melalui telepon oleh JawaPos.com, Selasa (2/10).
Dulu kain Besurek ini hanya digunakan oleh acara-acara resmi yang dikenakan hanya oleh orang terpandang saja. Namun, pada tahun 1983 sejak dipimpin oleh Gubernur Suprapto, batik semakin berkembang dan dapat dikenakan oleh siapa saja. Hingga akhirnya kini telah dikenakan sebagai busana saat di pelaminan, kain sarung bantal guling, dan penutup wadah penyimpan amplop.
Kain Besurek sendiri memiliki warna yang khas seperti biru, hitam, dan merah. "Didominasi dengan warna terang karna Bengkulu berada di kawasan pesisir sehingga memiliki warna dasar biru dan warna terang," ujar Nanda Jangjaya yang juga pemilik UKM kain Besurek Swarnabumei.
Sayangnya Kain Besurek belum terdistribusi dengan baik diseluruh Indonesia. Bahkan SDM pembatik dan sentra batik di Bengkulu masih sangat kurang. Kain Besurek dibanderol dengan harga sekitar Rp 800 ribu hingga Rp 1 juta.
"Saya ingin kedepannya Kain Besurek bisa dimodifikasi lagi dengan gaya busana yang nyaman dipakai anak muda seperti baju polos yang diberi sentuhan motif Besurek dibeberapa bagian," tutup Nanda Jangjaya.
Baru-baru ini, kain Besurek baru saja diperkenalkan pertama kali di Jakarta pada acara Gebyar Batik Muda Nusantara 2018. Batik Besurek ini ditampilkan dalam fashion show oleh 14 finalis Putra Putri Batik Nusantara 2018. Antusias pengenalan Batik Bengkulu ini juga didukung sepenuhnya oleh Gubernur Bengkulu, Pemprov Bengkulu, dan Seluruh Kepala Dinas Bengkulu ikut hadir pada acara ini.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
