
Suasana peluncuran buku Nadya Hutagalung berjudul
JawaPos.com - Nadya Hutagalung sudah dikenal sebagai model yang sudah go internasional. Tak terasa ia sudah meniti karier selama puluhan tahun sebagai model hingga menjadi juri dan presenter di Asia's Next Top Model.
Selain modelling, ia pun sudah lama menjalani kegiatan sosialnya terutama dalam preservasi lingkungan dan konservasi satwa. Foto-foto gajah dan orang utan terpampang di akun instagram pribadinya sebagai wujud kepedulian perempuan berusia 44 tahun ini.
Semua perjalanan itu telah tertulis dalam sebuah buku berjudul 'Walk With Me' yang bekerjasama dengan Adhvan Media sejak tahun 2015. Buku ini yang menjadi narasi personal Nadya Hutagalung yang dikenal luas sebagai figur publik di industri modelling dan hiburan, kini aktif mengkampanyekan tentang preservasi lingkungan dan konservasi satwa, terutama Orang Utan dan Gajah.
Melalui buku setebal 348 halaman ini, Nadya Hutagalung menampilkan beragam sisi tentang personalitasnya. Beragam sisi kehidupan Nadya ini ditampilkan ke dalam 7 (tujuh) chapter, yang direpresentasikan melalui berbagai elemen kehidupan.
Elemen tersebut terdiri atas Mist, Seeds, Mirror, Bamboo, Ocean, Spice, dan Soil. Elemen yang dianggap mewakili kisah perjalanan Nadya berkarier selama lebih dari 30 tahun.
“Saya sadar bahwa setiap individu sedang menjalani kehidupannya. Setiap pribadi memiliki kisah untuk diceritakan. Tidak ada cerita seseorang yang lebih penting dari kisah orang lain di dunia ini," kata Nadya Hutagalung, yang dikutip oleh JawaPos.com, Rabu(12/12).
Ia juga mengatakan seseorang bisa belajar dari pengalaman orang lain dan belajar berempati terhadap pengalaman tersebut, meskipun pengalaman tersebut jauh dari kehidupan dan latar belakang diri sendiri.
Selama lebih dari tiga dekade di industri yang mudah disorot publik, Nadya, yang selalu mendapat dukungan penuh dari Tante sekaligus Manager, Esther Sitompoel, cukup dikenal sebagai sosok yang menjaga kehidupan pribadinya tetap privat. Di dalam buku ini pembaca dapat melihat sekilas hubungan Nadya dengan suami dan anak-anaknya, dengan Ibu dan Ayahnya, serta bersama beberapa sahabat dekatnya.
“Saya bersyukur atas berbagai fase kehidupan yang pernah saya alami dan bermacam orang yang pernah saya temui, karena pada tahap-tahap itu, terdapat banyak pelajaran berharga,” ujar Nadya.
Selain melalui tulisan, perjalanan Nadya juga digambarkan melalui karya fotografi Davy Linggar di berbagai tempat, mulai di Jakarta, Ubud, Singapura, Medan, Nepal, hingga Kenya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
