
Ilustrasi. Ada 9 faktor yang menyebabkan seseorang terus merasakan lapar walau sudah makan.
JawaPos.com - Pernahkah menjadi 'tikus dapur' di tengah malam untuk mencari makanan? Padahal Anda sudah makan malam, bahkan mengonsumsi camilan. Akan tetapi apa sebabnya perut masih merasa lapar meski sudah makan?
Beberapa orang cenderung merasa lapar sepanjang waktu. Dan walaupun kadang-kadang ada alasan medis untuk hal ini misalnya mengalami masalah tiroid, atau pengaruh antidepresan, atau masalah diabetes, namun tentu ada alasan lainnya. Dilansir dari Men's Health, Senin (11/3), ada banyak alasan mengapa masih lapar setelah makan.
Tak Cukup Tidur
Kurang tidur dapat mengganggu hormon pengatur nafsu makan sesuai laporan tahun 2016 oleh American Heart Association. Ghrelin, hormon yang merangsang rasa lapar, bisa meningkat ketika kurang tidur. Leptin, hormon yang menandakan rasa kenyang, bisa berkurang. Selain itu, semakin banyak jam yang dihabiskan untuk terjaga, semakin besar kemungkinan untuk mengunyah sesuatu dari lemari es. Usahakan untuk tidur tak terlalu larut setiap malam.
Minuman Kemasan
Minum minuman kemasan atau smoothie buah tidak akan membuat kenyang lama. Jadi, jika memulai setiap pagi dengan protein milkshake, itu bisa menjelaskan mengapa selalu cepat lapar. Menurut Ahli Gastroenterologi Scott D. Levenson, M.D., alasannya adalah karena cairan itu akan kosong dari perut dalam waktu kurang dari satu jam. Sebagai perbandingan, makanan padat membutuhkan dua hingga empat jam.
Stres
Melewati hari yang sangat menegangkan di tempat kerja? Itu bisa berdampak besar pada keinginan untuk makan. Tubuh melepaskan hormon stres kortisol, yang dapat menyebabkan seseorang mengidam makanan manis, lemak atau asin.
Terlalu Banyak Soda
Soda, teh es, dan minuman manis lainnya penuh dengan sirup jagung fruktosa yang tinggi, namun tingkat rasa kenyang lebih rendah. Itu karena mengkonsumsi fruktosa menghambat kemampuan otak kita untuk memproses sinyal dari hormon leptin, 'hormon kenyang' yang memberi tahu kita ketika sudah cukup makan.
Makan Makanan Kaleng
Banyak wadah makanan dan minuman plastik mengandung bahan kimia bisphenol-A, atau BPA. Food and Drug Administration mengatakan penelitian telah menunjukkan bahwa BPA dapat mempengaruhi lingkar pinggang kita. Menurut sebuah studi dari 2014, BPA mengubah kadar hormon leptin dan ghrelin, yang mengendalikan rasa lapar dan kenyang. Lonjakan kadar hormon ini dapat menyebabkan mengidam makanan serta memicu kenaikan berat badan.
Kurang Porsi Sarapan
Sarapan adalah aktivitas terpenting untuk memulai hari. Jadi secangkir kopi untuk memulai hari tidak akan berhasil.
Menurut sebuah penelitian oleh para peneliti University of Cambridge, orang-orang yang makan hanya 300 kalori untuk sarapan justru berat badannya akan bertambah dari mereka yang makan 500 kalori atau lebih saat sarapan. Alasannya, sarapan yang cukup bisa membuat kenaikan gula darah dan insulin lebih kecil sepanjang hari.
Kurang Sayur

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
