Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 23 Februari 2020 | 22.15 WIB

4 Desainer Tampilkan Koleksi Modest Wear dengan Riasan Daily Look

Kolaborasi para desainer dengan MUA untuk riasan tren make-up kekiniandi panggung Muffest 2020. (Istimewa) - Image

Kolaborasi para desainer dengan MUA untuk riasan tren make-up kekiniandi panggung Muffest 2020. (Istimewa)

JawaPos.com - Tren busana muslim atau modest wear saat ini semakin praktis dan simple. Riasan yang ditampilkan juga lebih simple dan natural.

Tren tersebut ditampilkan dalam perhelatan Muslim Fashion Festival (MUFFEST) 2020 oleh 4 desainer Indonesia. Yaitu ETU, Ayu Dyah Andari, Barli Asmara dan KAMI. Mengusung tema 'Feel the Perfection' para desainer menunjukkan bagaimana busana bisa tampil sempurna dengan riasan wajah yang tepat.

Para desainer berkolaborasi dengan 3 make up artist ternama Indonesia yaitu Hepi David, Allyssa Hawadi dan Vivi Thalib. Ketiga MUA mengusung make up look glow, perfection, dan flawless

1. OASE by Ayu Dyah Andari

OASE diambil dari bahasa latin. OASE merupakan daerah subur nan indah pada padang pasir yang tercipta oleh karena adanya air. Koleksi Ayu Dyah Andari merepresentasikan perempuan cantik yang dapat mengubah tempat yang kering nan gersang sekalipun menjadi indah .

Photo

Koleksi Ayu Dyah Andari di Muffest 2020. (Istimewa)

Warna broken white, smokey white, cream, champagne, serta pale green menggambarkan gurun pasir. Namun tak ada warna air atau biru karena disini wanita yang mengenakan gaun inilah sebagai ‘the missing piece’ atau sebagai air yang memberikan perubahan untuk terbentuknya 'OASE' serta desert rose.

Desert rose merupakan crystal indah yang terbentuk dari penguapan pasir dan deburan angin dan uap air di padang pasir. Crystal desert rose membentuk kelopak bunga mawar yang menjadi aplikasi padan gaun- gaun koleksi 'OASE'. Dibuat untuk mewujudkan impian perempuan yang menyukai keindahan bunga, anggun, classy dalam trend warna rustic dan natural.

Aplikasi embroidery khas pada karya Ayu Dyah Andari kali ini cukup berbeda. Karena pada koleksi kali ini ia menggunakan material cotton cupra japan dan jacquard, yang ia bordir dan tata. Sehingga berubah statement-nya menjadi 3D embroidery yang khas pada gaun-gaunnya. Serta menggunakan material nylon dyed sebagai presentasi gelombang pasir yang terbentuk oleh angin.

Signature khas rancangannya bergaya victorian, ready to wear, gaun pesta hingga gaun pengantinnya. Kali ini menampilkan kesan semakin classy dan timeless untuk melengkapi ragam karya Ayu Dyah Andari.

Make-Up:

Signature Make Up Look Glam Glow X Ayu Dyah Andari memadukan kesempurnaan cahaya kompleksi pada wajah. Riasan mata bernuansa coklat disesuai digunakan ke pesta.

2. CADIYA by KAMI

Photo

Koleksi KAMI di Muffest 2020. (Istimewa)

Dalam Muslim Fashion Festival (Muffest) kali ini, KAMI mempersembahkan koleksi yang diberi nama CADIYA. Nama tersebut diambil dari kata 'Arkadia' yang memiliki makna 'orang yang sederhana dan bahagia'.

Menurut Creative Director dan Co-founder of Kami. Nadya Karina, koleksi ini mengangkat dua elemen yaitu garis dan bunga melati. Garis adalah koneksi antara dua titik dengan variasi tanpa akhir.

'Garis vertikal cenderung bersifat kaku dan penuh energi, sedangkan garis-garis horizontal memiliki rasa ruang dan istirahat. Kombinasi kedua garis di sisi lain, mengomunikasikan stabilitas dan soliditas”, ungkap Nadya Karina.

Sementara itu untuk bunga melati memiliki kesan akan kemurniannya. Selain itu, bunga melati juga banyak digunakan dalam ritual acara dan upacara khusus. Terlepas dari penggunaan budaya dan agama, keindahan bunga ini terletak pada bentuknya yang rendah hati.

KAMI. memadukan warna hangat terracotta, salmon, beige dengan sage, navy, dan turquoise dalam beberapa look.

Tampilan koleksi CADIYA terdiri dari beberapa look kombinasi dari atasan, bawahan, luaran serta dress. Dengan dominasi cutting simpel namun ditambah aksen asimetris sebagai twist. Tidak lupa sentuhan bordir dan payet membuat koleksi ini sebagai gabungan dari edgy look namun tetap ada sedikit sentuhan feminin dan kesan anggun.

Make-Up:

Signature Make Up Look Daily Perfection X KAMI menampilkan effortless dan statement di bagian bibir karya Vivi Thalib. Riasan yang berfokus pada kesempurnaan kompleksi wajah.

3. Neelakurinji by Barli Asmara

Photo

Koleksi Barli Asmara yang dikenakan muse Dewi Sandra di Muffest 2020. (Istimewa)

Dalam rangkaian koleksi 'Neelakurinji' ini Barli Asmara kembali terinspirasi dari para perempuan yang mempunyai tampilan simple dan dewasa. Sebagai lanjutan dari koleksi sebelumnya yaitu Dehaliya 2, koleksi Nellakurinji' ini masih bertemakan India.

Berangkat dari keindahan bunga yang sangat langka dan hidup di pegunungan sebelah barat India yang hanya dapat mekar dalam waktu 12 tahun. Koleksi ini menampilkan keindahan dan keunikan dari bunga nellakurinji yang dituangkan dalam motif serta teknik potongan kain yang dibalut dengan tulle dan organza.

Make-Up:

Signature Make Up Look Daily Glow X Barli Asmara dengan karya Allyssa Hawadi terinspirasi dari tampilan kulit glowing yang sesuai digunakan untuk keseharian. Tampilan ini akan dipadukan dengan keindahan koleksi Barli Asmara yang bertajuk Neelakurinji.

4. The Clover Code by ETU

Menyambut datangnya musim semi dan musim panas 2020, ETU kembali mempersembahkan sebuah koleksi fashion berpakem modest yang terinspirasi dari kekayaan historis Indonesia. Kali ini, sekelumit kisah tentang awal pembangunan kota Jakarta. Sebagai ibukota negara, Jakarta mengilhami ETU dalam membangun rangkaian busana siap pakai yang diberi tajuk The Clover Code.

Photo

Koleksi ETU di Muffest 2020. (Istimewa)

Clover leaf atau daun semanggi dalam bahasa Indonesia, dikenal secara umum sebagai daun keberuntungan. Daun yang memiliki bentuk berupa empat bulatan yang menyatu di bagian tengah tangkai ini diangkat sebagai desain jembatan layang tertua di Jakarta yakni Jembatan Semanggi.

Rangkaian kisah historis tentang daun semanggi dan Jakarta dituangkan ke dalam motif cetak yang menghiasi keseluruhan koleksi ETU kali ini. Peta Kota Jakarta sengaja diaplikasikan dalam motif cetak yang subtil agar tampak serasi dengan motif daun semanggi yang manis dan estetis.

Kedua motif ini kemudian diimplementasikan ke dalam bahan satin berpalet lembut seperti moss green, abu-abu gelap, putih gading, weathered espresso, light gold, dan evening sand. Demi menjadikan koleksi kian menarik dan sarat akan nuansa feminin, ETU mempertemukan kain satin dengan tulle dan organza. Tentunya diperkaya dengan permainan teknik printing maupun plisket.

Selain itu, ETU juga mengedepankan aksen cantik seperti ruffles, drapery, hingga billowing sleeves yang menjadikan rancangan busana tampak lebih modis dan atraktif. Dipadukan dengan siluet lurus baik pada desain dress maupun celana panjang.  Koleksi ini menjawab kebutuhan perempuan ibukota yang ingin tampil modis, elegan, namun tetap dinamis dan effortless dengan segala kesibukan kesehariannya.

Make-Up:

Signature Make Up Look Daily Flawless X ETU menampilkan karya Hepi David yang dapat digunakan untuk jalan-jalan santai. Bisa mengaksentuasi kesempurnaan tampilan kulit.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore