
Ilustrasi: Alas kaki yang terbuat dari bahan ramah lingkungan. (UCSD).
JawaPos.com - Penggunaan material yang ramah lingkungan pada produk fashion memang sedang gencar-gencarnya. Termasuk untuk alas kaki. Para peneliti pun mulai meneliti dan mengembangkan material ramah lingkungan untuk sandal. Salah satunya alga untuk menciptakan sandal jepit biodegradable.
Penggunaan alga dipercaya bisa membantu mengurangi jumlah limbah plastik berbahaya yang memasuki lautan. Para ahli membuat busa poliuretan yang terbuat dari minyak alga, untuk memenuhi spesifikasi komersial sandal jepit dan alas kaki lain yang biasanya terbuat dari plastik.
Sandal jepit yang murah dan terjangkau, biasanya digunakan dalam waktu singkat. Lantas dibuang setelah beberapa kali penggunaan karena bahannya yang tipis. Setelah dibuang, sandal jepit atau sepatu dari material plastik konvensional membutuhkan waktu ratusan tahun untuk membusuk dan bisa masuk ke lautan.
Tetapi busa kelas komersial yang dikembangkan dari material alga oleh para ilmuwan ini dapat terurai menjadi kompos dan tanah setelah 16 minggu. Busa tersebut memenuhi persyaratan komersial untuk alas kaki sandal jepit serta bagian midsole bantalan sepatu.
"Umur bahan harus sebanding dengan umur produk, kami tidak membutuhkan bahan yang bertahan selama 500 tahun pada produk yang hanya akan Anda gunakan selama satu atau dua tahun," kata Stephen Mayfield dari University of California San Diego (UCSD).
"Busa ini adalah 52 persen kandungan hayati, pada akhirnya kita akan mencapai 100 persen," kata Mayfield.
Selama 50 tahun terakhir, manusia sendiri dilaporkan telah menghasilkan lebih dari 6 miliar metrik ton sampah plastik. Dari jumlah ini, hanya sekitar 9 persen yang didaur ulang, 12 persen dibakar, dan 79 persen dibiarkan terakumulasi di tempat pembuangan sampah atau lingkungan alam.
Di beberapa pulau di Samudra Hindia, diperkirakan sandal jepit dan sepatu sederhana lainnya menghasilkan sekitar 25 persen sampah plastik di lautan, kata Mayfield kepada MailOnline dikutip pada Selasa (11/8). Oleh karena itu, UCSD bekerja sama dengan perusahaan startup Amerika Serikat (AS) Algenesis Materials untuk mengembangkan produk poliuretan yang dapat terurai di lingkungan alam.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=6l3ne-DM0_s
https://www.youtube.com/watch?v=MlLlFBcsqBM
https://www.youtube.com/watch?v=NuSZjiXAg8U

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
