
WAJIB DANDAN: Nina Marlina (kiri), pramugari dari Bandung, dan rekannya, Vanda Dwi Mareta (kanan) asal Rembang, yang bertugas di maskapai Lion Air bersiap menyanggul dan merias diri sebelum terbang di salah satu hotel di Surabaya pada Senin (15/8). (Dipta
JawaPos.com – Selama bertugas, pramugari dituntut menjaga profesionalitas. Tak hanya optimal melayani penumpang, mereka juga harus tampil menawan selama penerbangan.
Sebelum terbang, para pramugari wajib berdandan. Tak hanya make-up, mereka juga harus menyanggul rambut. Tiga jam sebelum estimated time of departure (ETD), pramugari harus siap sedia.
Dibutuhkan waktu dua jam untuk persiapan sebelum berangkat ke bandara. Terhitung mulai bangun tidur, mandi, memakai make-up, hingga persiapan lainnya. ’’Satu jam sebelum terbang, kami sudah harus sampai di bandara,’’ ungkap Nina Marlina, pramugari Lion Air.
Nina perlu waktu yang tidak singkat untuk merias diri. Terlebih, proses menyanggul berlangsung hingga 30 menit. Hal itu terlihat saat dia bersiap terbang ke Lombok Senin (15/8) siang. Nina sampai empat kali menata sanggulnya agar benar-benar rapi.
Tidak ada aturan resmi dalam membuat sanggul. Intinya, harus rapi dan menyesuaikan bentuk rambut. Berbeda dengan make-up yang memiliki aturan tersendiri. Misalnya, lipstik berwarna cerah. Pada area mata, eye shadow harus mencolok. ’’Jangan (terlihat) pucat,’’ kata Nina.
Pramugari asal Bandung itu mengaku harus touch up di setiap waktu senggang. Bisa dilakukan setelah makan hingga saat terbang. Sekadar menambah bedak atau lainnya agar riasan tetap prima.
Pramugari punya waktu minimal sembilan jam untuk beristirahat sebelum terbang kembali. Saat penerbangan padat seperti sekarang, waktu istirahat bisa berkurang. Nina pun pernah tertidur dalam keadaan bersanggul karena kelelahan. ’’Itu hanya berlangsung beberapa menit,’’ ujarnya, lantas tersenyum.
Selain identitas dan dokumen penerbangan, peralatan dandan lengkap pun wajib dibawa pramugari saat berada di pesawat. Termasuk jepitan lidi dan hair spray agar sanggul tetap rapi.
Pramugari Lion Air lainnya, Vanda Dwi Mareta, juga tak lupa membawa anting, jam tangan, name tag, dan ID card. Soal menata sanggul, dia belajar dari YouTube.
Menurut Vanda, bedak pramugari yang cepat habis merupakan hal wajar. ’’Bedak kan biasanya awet sampai tiga bulan. Kalau kami ya sebulan (karena sering dipakai, Red),’’ ucap perempuan asal Rembang itu, lalu tertawa.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
