Koleksi denim klasik ‘The Archive’ hadir dengan model masa lalu, tepatnya dari 1950 hingga 1960. Mulai dari gaya hingga detail jahitan. (IST)
JawaPos.com – Model pakaian denim memang tak lekang oleh waktu. Model denim yang tren beberapa waktu lalu, masih tetap terlihat modis jika digunakan saat ini dengan meninggalkan kesan klasik.
Sama seperti koleksi jins terbaru Wrangler Jepang lewat ‘The Archive’ yang diluncurkan pada FW23. Koleksi denim klasik ini hadir dengan model masa lalu, tepatnya dari 1950 hingga 1960. Koleksi ini mereplikasi karya-karya vintage Wrangler, mulai dari gaya keseluruhan, detail jahitan, hingga aksesoris yang trend di masa tersebut.
Untuk memberikan kesan eksklusif, koleksi The Archive tidak hanya memadukan gaya klasik nan unik, tapi juga dibuat dengan material premium Jepang. “koleksi The Archive merupakan produk replika yang dihadirkan untuk menghidupkan kembali nilai workmanship dan historical dari culture denim di era tahun 1950-an hingga 1960-an,” ujar Head Of Product Wrangler® Indonesia Norman Lukman baru-baru ini.
Saat itu, ungkap Norman, Wrangler® membuat sejarah penting dengan menghadirkan outfit denim khusus penunggang rodeo. Sejarah itu terus berlangsung, hingga saat ini, Wrangler® selalu identik dengan kompetisi dan event rodeo.
Terkait koleksi eksklusif ini, Susanna, Brand Leader Wrangler® Indonesia, menginformasikan bahwa koleksi The Archive di Indonesia ini hanya diproduksi secara terbatas dan cukup eksklusif, hanya dijual di Standard Denim Store, Plaza Senayan. Terkait koleksi The Archive lebih lanjut, di Indonesia hadir tiga koleksi ekslusif dengan rincian dua model celana dan satu jaket. Berikut informasi dan detail ketiga koleksinya.
10MW 1964 Model
Jika membahas soal bahan yang digunakan Wrangler pada produknya, selalu ada dua pilihan utama yang menjadi perdebatan, yakni left-hand twill di model 11MW atau 11MWZ dan broken twill yang telah menjadi standar sejak 1970-an. Namun, selalu ada pengecaulian untuk model 10MW yang menggunakan right-hand twill denim. Sesuai namanya, seri 10MW 1964 Model ini dulunya hanya diproduksi selama satu tahun, yakni di tahun 1964.
Sudah 59 tahun berselang, koleksi 10MW sangat sulit ditemukan. Kemudian, hingga saat ini, alasan penggunaan right-hand twill denim secara tiba-tiba pada koleksi 10MW ini masih simpang siur. Namun, yang pasti, tekstur denim yang kasar dan bahan yang tebal, kemudian warna pudar yang kontras, selvedge on roll-ups, dan pola yang unik menjadi ciri khas tersendiri yang jauh berbeda dari koleksi lainnya.
111MJ 1951 Model
Koleksi ini merupakan desain dari Benjamin Lichtenstein, seorang designer khusus rodeo cowboys, yang merasa frustrasi dengan jaket denim tradisional yang desainnya tidak pernah berubah selama beberapa dekade. Dari kefrustrasian itu, lahirlah desain 111MJ 1951 Model atau yang dulunya dikenal dengan nama Rodeo Ben. Desain utama dari 111MJ 1951 terletak pada saku depannya, kemudian detail jahitan lambang 'W' yang eksklusif di kedua sisi, dan kehadiran action pleats di bagian belakang.
11MW 1951 Model
Koleksi 11MW 1951 selalu jadi incaran penyuka denim. Pasalnya, model 11MW menjadi tonggak sejarah dengan kehadiran lambang 'W' di bagian saku belakannya. Koleksi ini dulunya dirancang juga oleh Benjamin Lichtenstein atau dikenal dengan sebutan Rodeo Ban Lichtenstein. Ciri yang khas dari 11MW 1951 Model, antara lain model high rise, posisi saku belakangnya, bagian rivet, posisi bagian loop depan, dan label di bagian saku belakang.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
