Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 14 Februari 2024 | 17.05 WIB

Sejarah Valentine’s Day atau Hari Kasih Sayang, dari Martir Kristen hingga Perayaan Cinta, Simak Lengkapnya di Sini!

Ilustrasi pernak pernik Valentine’s day (bunga dan hadiah)/Freepik - Image

Ilustrasi pernak pernik Valentine’s day (bunga dan hadiah)/Freepik

JawaPos.com – Valentine’s Day atau hari kasih sayang adalah perayaan yang dirayakan setiap tanggal 14 Februari di banyak negara di dunia. 

Hari ini merupakan hari untuk mengungkapkan rasa cinta dan kasih sayang kepada pasangan, keluarga, atau teman. Namun, tahukah Anda bagaimana asal-usul dan sejarah Valentine’s Day?

Berikut adalah sejarah Valentine’s Day mencakup asal-usul nama, perayaan, dan perkembangan perayaan Valentine’s Day, dilansir dari Britannica, Rabu (14/2).

Asal-usul Nama Valentine

Nama valentine berasal dari nama seorang martir Kristen yang bernama Santo Valentinus. Ada beberapa versi tentang siapa sebenarnya Santo Valentinus ini, tetapi yang paling terkenal adalah versi yang mengaitkannya dengan percintaan.

Menurut versi ini, Santo Valentinus adalah seorang pendeta yang hidup pada abad ketiga di Roma. Saat itu, Kaisar Claudius II melarang para prajurit muda untuk menikah, karena ia berpikir bahwa mereka akan lebih baik sebagai tentara jika tidak memiliki keluarga. 

Santo Valentinus menentang larangan ini dan secara diam-diam menikahkan pasangan-pasangan muda yang ingin bersatu. Ketika hal ini diketahui oleh kaisar, Santo Valentinus ditangkap dan dipenjara.

Di penjara, Santo Valentinus berteman dengan anak perempuan dari sipir penjara, yang buta. Konon, Santo Valentinus dapat menyembuhkan kebutaan gadis itu dengan doa dan mukjizat. 

Sebelum dieksekusi pada tanggal 14 Februari, Santo Valentinus menulis surat perpisahan kepada gadis itu dan menandatanganinya dengan ‘Dari Valentinemu’ (From your Valentine). Surat inilah yang menjadi cikal bakal tradisi mengirimkan kartu ucapan valentine.

Asal-usul Perayaan Valentine

Perayaan Valentine’s Day tidak hanya berkaitan dengan Santo Valentinus, tetapi juga dengan tradisi kuno Romawi yang disebut Lupercalia. Lupercalia adalah festival kesuburan yang dirayakan dari tanggal 13 hingga 15 Februari. 

Pada festival ini, para pria akan mengorbankan kambing dan anjing, kemudian menggunakan kulit hewan tersebut untuk mencambuk wanita sebagai simbol kesuburan. 

Wanita juga akan menulis nama mereka di kertas dan dimasukkan ke dalam sebuah guci. Para pria akan mengambil satu nama secara acak dan menjadi pasangan dengan wanita yang namanya terpilih.

Pada abad kelima, Paus Gelasius I mengganti festival Lupercalia dengan hari raya Santo Valentinus, yang jatuh pada tanggal 14 Februari. 

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore