JawaPos.com - Kasus pembunuhan Vina Cirebon yang terjadi pada 2016 lalu oleh gerombolan geng motor kini kembali menjadi sorotan setelah rilis dan viralnya film 'Vina: Sebelum 7 Hari' di bioskop.
Polisi memang sudah menangkap delapan dari sebelas pelaku dan sudah dihukum seumur hidup, kecuali satu pelaku yang saat itu masih di bawah umur dihukum delapan tahun penjara.
Namun tiga pelaku lain hingga kini masih buron. Salah satu pelaku yang masih berkeliaran bebas tersebut diduga merupakan otak kejahatan utama dan disinyalir merupakan pria yang suka kepada Vina, yaitu Egi.
Hal itu diungkap oleh kakak Vina, Marliana dalam podcast Curhat Bang Denny milik Denny Sumargo. Ia mengatakan bahwa Egi yang diduga menaruh hati pada Vina mulai bersikap kurang ajar.
"Saat masih hidup sudah pernah dengar cerita dari Vina (bahwa) Egi kurang ajar. Dia megang-megang (bagian tubuhnya)," ucap Marliana dalam podcast Denny Sumargo.
Selain kepada Marliana, Vina juga menceritakan sikap melonjak dan kurang ajar Egi tersebut kepada ibunya melalui sambungan telepon.
Hal itu disayangkan oleh keluarga Vina karena sepengetahuan mereka, Vina sedang menjalin kedekatan dengan Eky yang merupakan teman Egi juga. Seperti diketahui, Eky akhirnya juga tewas akibat serangan dari para pelaku yang merupakan anggota geng motor.
Namun, benarkah pembunuhan Vina Cirebon dan Eky tersebut semata-mata disebabkan oleh cinta segitiga? Jika berdasarkan kronologi kejadian, dugaan tersebut kemungkinan tidak benar.
Dikutip dari Pojok Satu, dalam kronologi yang dipaparkan Kapolresta Cirebon saat itu, AKBP Indra Jafar pada 2016 lalu, para pelaku yang merupakan gerombolan geng motor, suatu malam sedang nongkrong di depan SMP 11 Kali Tanjung.
Beberapa saat kemudian, Vina, Eky, bersama dengan beberapa teman mereka melintas di depan para anggota geng motor tersebut.
Entah apa yang memicu, tiba-tiba para pelaku melemparkan batu ke arah Vina dan teman-temannya.
Vina dan teman-temannya kemudian melarikan diri, namun malah dikejar. Disaat teman-temannya berhasil melarikan diri, Vina dan Eky malah tertangkap para pelaku yang mengejar dan dikeroyok serta dianiaya.
Tidak hanya itu, para pelaku juga merudapaksa Vina secara bergiliran hingga tidak sadarkan diri. Setelah dianggap meninggal oleh para pelaku, jasad kedua korban dibuang pelaku di sebuah jalan layang masih si wilayah Cirebon agar seolah-olah merupakan korban kecelakaan.
Dalam kronologi dan juga hasil penyelidikan, pihak kepolisian sejauh ini juga tidak mengeluarkan statement bahwa kedua korban kenal dekat dengan salah satu pelaku, sehingga belum bisa dipastikan bahwa pembunuhan tersebut disebabkan urusan asmara.
Marliana yang membeberkan sikap Egi terhadap Vina dalam podcast Denny Sumargo tersebut, ternyata juga tidak bisa memastikan bahwa korban dibunuh karena Egi yang diduga adalah salah satu pelaku merasa sakit hati cintanya ditolak Vina.
"Ya mungkin awalnya karena (Egi) kesel (jengkel), sakit hati cintanya ditolak terus itu akhirnya mungkin merencanakan (penganiayaan) itu," ungkap Marliana.
Sejauh ini, delapan pelaku yang telah ditangkap diduga bukanlah otak dari pembunuhan tersebut karena menurut keterangan mereka, salah satu dari tiga pelaku buron itulah yang menjadi perencananya.
Di sisi lain, imbas dari viralnya film 'Vina: Sebelum 7 Hari', Polda Jawa Barat mengumumkan tiga pelaku pembunuhan Vina Cirebon yang masih buron, yaitu Pegi alias Perong, Andi, dan Dani, di Instagram resmi Humas Polda setempat.
Pihak kepolisian juga mengungkap ciri-ciri ketiga pelaku. Diharapkan saat ketiga pelaku buron ditangkap, polisi mampu menguak lebih dalam motif utama para pelaku melakukan pembunuhan dan rudapaksa terhadap Vina.