Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 21 Mei 2024 | 04.41 WIB

Mengenal Kepribadian Narsistik: Ciri-ciri dan Dampaknya dalam Hubungan

Ilustrasi orang dengan kepribadian narsis (freepik) - Image

Ilustrasi orang dengan kepribadian narsis (freepik)

JawaPos.com – Kepribadian narsistik atau yang dikenal Narcisstic Perssonality Disorder (NPD) adalah kondisi psikologis dimana seseorang memiliki rasa diri yang sangat tinggi, kebutuhan mendalam untuk dikagumi, serta kurangnya empati terhadap orang lain.

Narsistik berbeda dari rasa percaya diri. Rasa percaya diri yang positif berkembang berdasarkan kualitas didi dan pencapaian. Sedangkan narsisme seringkali didorong oleh ketakutan bahwa orang lain akan melihat kelemahan mereka dan takut akan kegagalan.

Oleh karena itu, orang dengan sifat narsistik cenderung rentan mengalami depresi jika mendapat kritik dari orang lain. Meskipun semua orang mungkin menunjukkan sifat narsistik sesekali, orang dengan NPD menunjukkan pola perilaku ini secara konsisten dan dalam berbagai konteks.

Artikel ini akan membahas ciri-ciri orang dengan kepribadian narsistik dan dampaknya dalam hubungan interpersonal.

Ciri-ciri kepribadian narsistik:

  1. Rasa diri yang berlebihan

Orang dengan kepribadian narsistik cenderung memiliki pandangan yang sangat tinggi tentang diri mereka. Mereka sering melebih-lebihkan pencapaian dan kemampuan mereka serta mengharapkan untuk diakui sebagai superior tanpa pencapaian yang sebanding.

  1. Fantasis tentang keberhasilan dan kekuasaan

Mereka sering terperangkap dalam fantasi tentang kesuksesan, kekuasaan, kecerdasan, kecantikan, atau pasangan ideal. Mereka percaya bahwa mereka hanya bisa dipahami oleh orang-orang yang juga istimewa atau berkedudukan tinggi.

  1. Kebutuhan untuk dikagumi

Individu narsistik memiliki kebutuhan yang mendalam untuk dikagumi secara terus-menerus. Mereka mencari pujian dan pengakuan dari orang lain dan merasa tidak nyaman jika mendapat perhatian yang mereka inginkan.

  1. Rasa berhak yang berlebihan

Mereka memiliki rasa berhak yang tidak wajar, mengharapkan perlakuan istimewa atau kepatuhan otomatis dari orang lain terhadap harapan mereka.

  1. Eksploitasi interpersonal

Orang dengan kepribadian narsistik sering memanfaatkan orang lain untuk mencapai tujuan mereka. Mereka mungkin memanipulasi atau mengeksploitasi hubungan tanpa mempertimbangkan perasaan atau kebutuhan orang lain.

  1. Kurangnya empati

Kurangnya empati adalah salah satu ciri paling mencolok dari kepribadian narsistik. Mereka sering tidak mampu atau tidak mau mengenali atau mengidentifikasi perasaan dan kebutuhan orang lain.

  1. Iri hati

Mereka sering merasa iri terhadap orang lain atau percaya bahwa orang lain iri terhadap mereka. Ini bisa menimbulkan rasa tidak puas dan agresi terhadap orang-orang di sekitar mereka.

  1. Perilaku dan sikap arogan

Orang narsistik cenderung menunjukkan sikap dan perilaku yang sombong dan arogan. Mereka sering merendahkan orang lain dan menunjukkan sikap superioritas.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore