
Ilustrasi perempuan yang suka playing victim (freepik)
JawaPos.com – Orang yang playing victim merupakan pribadi yang memiliki mentalitas korban.
Artinya sikap dan perilakunya seolah-olah berlagak sebagai korban untuk berbagai alasan dan dia tidak pernah bertanggung jawab atas tindakannya. Lantas apakah Anda sudah mengenali seseorang yang suka playing victim?
Berbicara soal mentalitas korban, ini bisa terjadi di setiap orang mulai dari keluarga, teman bahkan ke pasangan kita.
Pasalnya, menghadapi dan mendengarkan kisah-kisah mereka yang tak ada habisnya membuat kita merasa kasihan dan frustasi.
Ironisnya, tidak peduli seberapa keras Anda mencoba membantu, orang yang berperan sebagai korban menolak untuk melakukan atau mengubah apa pun seolah-olah mereka bertekad untuk tetap menjadi korban.
Pada dasarnya dua jenis mentalitas korban yaitu mereka yang benar-benar menjadi korban atau mengalami trauma dan mereka yang mempermainkan korban untuk memanipulasi atau menimbulkan rasa bersalah.
Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa cara untuk menghadapi pasangan yang suka playing victim sebagaimana dilansir dari laman Toxicties, Selasa (6/8) sebagai berikut :
1. Jangan terlibat secara emosional
Cara pertama menghadapi pasangan yang berperan korban adalah jangan terlibat secara emosional. Artinya Anda bisa mendengarkan dengan penuh empati tetapi jangan biarkan Anda terhanyut dalam drama yang dia ciptakan.
Intinya jangan memihak dan bersikap emosional. Pasalnya apa yang diucapkan dia tidaklah nyata. Ini hanya cara mereka untuk mendapatkan belas kasihan dan perhatian atau membenarkan perilaku mereka sendiri.
2. Jangan menawarkan diri untuk memperbaikinya
Sangat wajar jika Anda langsung memikirkan solusi untuk memecahkan masalah pasangan Anda saat melihatnya sedang mengalami kesulitan. Namun jika pasangan Anda memiliki mentalitas korban maka tanamkan pada diri untuk tidak menawarkan bantuan.
Sebab kenyataannya Anda tidak akan memperbaiki situasi karena siapa pun yang berperan sebagai korban tidak menginginkan Anda memperbaiki apa pun. Mereka berpura-pura tidak berdaya dan tidak bersalah tetapi mereka hanya tertarik untuk mengeluh.
3. Menetapkan batasan waktu
Cara lain menghadapi pasangan yang playing victim adalah menetapkan batasan yang kuat. Pada dasarnya mendengarkan seseorang mengeluh bisa sangat melelahkan. Jadi sudah sepantasnya harus ada batasan yang kuat sebab jika tidak maka mereka menguras habis tenaga Anda.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
