
Ilustrasi seorang pemimpin. (Istimewa)
JawaPos.com - Siapa yang tahu hati manusia, bisa jadi perilakunya kemarin dengan hari ini berbeda. Bisa jadi kata-kata yang pernah mereka ucapkan kemarin hanya angin lalu saja. Sementara mereka hanya mementingkan keserakahannya untuk kekuasaan.
Dilansir dari laman knowledge.insead.edu, orang dengan perilaku tersebut dapat dikatakan sebagai penderita sindrom keserakahan. Biasanya keputusan bodoh yang lahir dari keserakahanlah yang akhirnya mendorong mereka untuk membuat perubahan.
Lantas bagaimana tanda orang yang memiliki sindrom keserakahan terhadap kekuasaan? Berikut artikel yang dirangkum oleh JawaPos.com, Sabtu (14/9) yang bersumber dari Knowledge Insead:
1. Mementingkan diri sendiri dan keluarganya
Perilaku yang terlalu mementingkan diri sendiri menjadi tanda pertama orang yang tamak. Diri sendiri dalam artiannya dalam ranah internal.
Contohnya, jika pemimpin memiliki perilaku tamak mereka hanya akan mementingkan diri mereka sendiri, tanpa meperhatikan rakyatnya. Segala cara mereka lakukan hanya untuk kepentingan pribadi mereka, bukan kesejahteraan rakyat.
2. Iri hati
Iri hati dan keserakahan bagaikan saudara kembar. Sementara keserakahan adalah keinginan kuat untuk memiliki lebih banyak harta benda (seperti kekayaan dan kekuasaan).
Sementara iri hati melangkah lebih jauh dan mencakup keinginan kuat orang-orang yang tamak untuk memiliki harta benda orang lain.
3. Tidak memiliki empati
Empatinya hanya digunakan untuk pencitraan saja. Kepedulian atau mempedulikan perasaan orang lain yang sebenarnya, bukan bagian dari sifat mereka. Karena itu, mereka tidak merasa bersalah untuk menyakiti orang lain.
Ketidakmampuan mereka untuk berempati, kurangnya minat yang tulus terhadap gagasan dan perasaan orang lain, serta keengganan mereka untuk bertanggung jawab secara pribadi atas perilaku hingga tindakan mereka membuatnya menjadi orang yang sangat sulit untuk diajak bergaul dan berbicara.
4. Tidak pernah merasa puas
Mereka tidak pernah merasa puas . Orang yang tamak memandang dunia sebagai permainan zero-sum.
Permainan Zero-sum adalah suatu situasi di mana keuntungan yang dimenangkan oleh salah satu pihak atas kekalahan pihak lain.
Mereka pun benar-benar percaya bahwa mereka layak mendapatkan lebih, bahkan jika itu mengorbankan orang lain.
5. Ahli dalam manipulasi
Orang yang tamak adalah ahli dalam manipulasi. Mereka sangat berbakat dalam mengambil pujian atas pekerjaan yang dilakukan orang lain.
Mereka bisa saja menawan, tetapi agenda utama mereka adalah dikelilingi orang-orang yang memuaskan ego mereka.
6. Berpikir jangka pendek
Orang yang tamak cenderung berpikir jangka pendek, mereka fokus pada pemenuhan kebutuhan langsung mereka dan membiarkan orang lain menanggung akibatnya.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
