
Ilustrasi: Alasan perempuan mempertahankan suami kasar dan tempramental. (Pexels/Andrea Piacquadio)
JawaPos.Com - Harga diri atau self-esteem adalah salah satu aspek psikologis yang memainkan peran penting dalam kepribadian seseorang.
Ketika seorang suami memiliki harga diri yang sehat, ia cenderung tampil percaya diri, mampu membangun hubungan yang positif, dan menavigasi tantangan hidup dengan lebih baik.
Namun, ketika harga diri rendah, hal ini dapat membawa dampak buruk, tidak hanya pada dirinya sendiri, tetapi juga pada hubungan rumah tangganya.
Dalam psikologi, harga diri rendah sering dikaitkan dengan berbagai masalah emosional dan perilaku.
Seorang suami yang merasa tidak berharga atau tidak cukup baik mungkin menunjukkan kecenderungan tertentu yang memengaruhi cara ia berinteraksi dengan pasangannya, anak-anak, dan lingkungan sekitarnya.
Dikutip dari Verywell Mind, inilah lima tipe suami yang memiliki harga diri rendah menurut psikologi, serta bagaimana hal ini bisa memengaruhi dinamika hubungan di dalam rumah tangga.
Salah satu ciri khas dari suami dengan harga diri rendah adalah ketergantungan yang kuat pada pengakuan atau validasi dari orang lain.
Mereka cenderung merasa tidak berharga jika tidak mendapat pujian atau penghargaan dari pasangannya atau lingkungan sekitar.
Tipe ini sering kali mencari validasi dengan cara berusaha tampil sempurna di mata orang lain atau melakukan hal-hal yang sebenarnya tidak mencerminkan dirinya.
Suami tipe ini mungkin terlihat sangat membutuhkan perhatian dan apresiasi dari pasangan. Ia bisa menjadi frustrasi ketika usaha-usahanya tidak dihargai atau tidak mendapatkan respons yang ia harapkan.
Menurut psikologi, kebergantungan ini menunjukkan bahwa ia merasa tidak cukup berharga di dalam dirinya sendiri, sehingga ia perlu mendapatkan pengakuan eksternal untuk menutupi rasa kurang percaya diri.
Dampak pada hubungan: Pasangan mungkin merasa lelah karena harus terus-menerus memberikan pujian atau perhatian. Dalam jangka panjang, ini bisa menciptakan ketidakseimbangan emosional dalam pernikahan.
Menurut beberapa ahli psikologi, suami dengan harga diri rendah sering kali memiliki kecenderungan untuk menjadi sangat mengontrol.
Hal ini bisa muncul sebagai upaya untuk mengkompensasi perasaan tidak aman atau merasa tidak berdaya. Dengan mencoba mengontrol segala hal, dari keputusan rumah tangga hingga rutinitas harian pasangan, suami tipe ini berusaha menghindari perasaan gagal atau tidak mampu.
Suami yang terlalu mengontrol mungkin merasa bahwa ia perlu "memegang kendali" untuk mengurangi kecemasan tentang ketidakmampuannya atau ketakutannya akan penolakan.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
