
9 tanda orang yang suka mengendalikan orang lain (Freepik)
JawaPos.com - Seberapa sering kita menjumpai orang yang memiliki kebutuhan kompulsif untuk mengendalikan segala sesuatu di sekitar mereka?
Ternyata ada istilah klinis untuk orang yang suka mengendalikan orang lain dan itu adalah "control freak" yang berarti bahwa orang-orang ini memiliki masalah.
Kebutuhan untuk mengendalikan bisa begitu ekstrem sehingga orang-orang seperti itu dianggap aneh atau tidak normal. Orang-orang seperti itu sering kali agresif secara pasif, obsesif, gangguan suasana hati, terlalu cemas, tertekan atau bahkan fobia pada saat-saat tertentu.
Dilansir dari laman proschoolonline.com oleh JawaPos.com, Senin (30/9) berikut adalah 9 tanda orang yang suka mengendalikan orang lain menurut psikologi:
1. Memiliki kecenderungan mengoreksi orang lain
Orang yang gila kontrol biasanya didorong oleh keinginan untuk melakukan segala sesuatu dengan cara yang mereka rasa benar.
Orang-orang ini menghindari kesalahan dalam hidup mereka sendiri dan karena itu memiliki kebutuhan yang tinggi untuk mengoreksi orang lain jika mereka menemukan sesuatu yang salah.
Faktor yang mendasari perilaku tersebut adalah keyakinan mereka bahwa mereka biasanya atau selalu benar dan karena itu, mereka harus memberi tahu orang lain tentang hal itu.
2. Mereka menghakimi dan kritis terhadap orang lain
Orang yang gila kendali biasanya sangat menghakimi dan ini datang secara alami kepada mereka. Akibatnya, mereka cenderung menghakimi orang lain berdasarkan kesalahan atau kekeliruan mereka.
Mereka melihat diri mereka sebagai semacam makhluk superior yang merasa benar sendiri yang tidak cocok di antara teman-teman dan keluarga mereka.
3. Mereka bukan tim
Ketika kita menggunakan istilah "tim", pada dasarnya kita merujuk pada desentralisasi kekuasaan dan tanggung jawab di antara sekelompok orang. Namun, seorang yang gila kontrol tidak percaya pada istilah ini karena mereka suka mendiktekan ketentuan kepada anggota tim mereka.
Mereka mencoba memimpin atau mengatur tim secara mendetail dengan menerapkan aturan dan metode mereka kepada anggota tim lainnya. Akibatnya, sikap mereka lebih seperti seorang manajer yang sangat teliti daripada seorang pemain tim.
4. Mereka tidak suka berbagi penghargaan atas kesuksesan mereka
Sangat jelas bahwa orang yang terobsesi pada diri sendiri seperti itu jarang mau berbagi pujian atas keberhasilannya dengan orang lain.
Menurut mereka, keberhasilan tim mereka hanya mungkin terjadi jika mereka mengambil alih kendali atas seluruh tim. Fakta ini sekali lagi menekankan perlunya orang yang gila kontrol untuk mengatur secara mendetail daripada membiarkan tim terlibat.
Mereka tidak akan pernah menghargai kemungkinan adanya cara yang lebih baik dan lebih efektif untuk mencapai keberhasilan selain cara mereka sendiri.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
