
Kebiasaan langsung rebahan setelah makan bisa memicu terjadinya GERD
JawaPos.com – Menurut Psikologi, ada beberapa penyebab mengapa seseorang selalu merasa malas, yang jika dibiarkan, dapat membuat hidup mereka dipenuhi dengan rebahan tanpa produktivitas.
Malas sering kali muncul akibat berbagai faktor Psikologi yang mempengaruhi motivasi dan energi seseorang. Kondisi seperti kelelahan mental atau kurangnya tujuan yang jelas dalam hidup bisa menjadi pemicu utama hidup yang penuh rebahan.
Ketidakmampuan mengelola waktu dengan baik juga dapat membuat seseorang terus menunda pekerjaan dan akhirnya terjebak dalam kebiasaan rebahan. Dalam banyak kasus, orang yang selalu merasa malas cenderung tidak menyadari bahwa ada penyebab mendalam yang memengaruhi perilaku tersebut.
Dinukil dari Hack Spirit pada Selasa (8/10), dijelaskan bahwa tujuh penyebab orang selalu merasa malas dan hidup dipenuhi rebahan menurut Psikologi.
1. Kurang tidur berkualitas
Tidur yang cukup dan berkualitas sangat penting untuk mengisi ulang energi tubuh. Sayangnya, di era digital ini, banyak orang terjebak dalam kebiasaan scrolling ponsel atau menonton serial TV hingga larut malam.
Kebiasaan ini dapat mengganggu jadwal dan kualitas tidur secara serius. Akibatnya, tubuh kesulitan memulihkan diri, menyebabkan rasa lelah dan malas sepanjang hari. Cobalah memprioritaskan tidur yang nyenyak dan lihat apakah hal ini membuat perubahan pada tingkat energi harian kamu.
2. Melewatkan sarapan
Sarapan sering disebut sebagai makanan terpenting dalam sehari, dan ada alasannya. Melewatkan sarapan dapat menyebabkan penurunan energi dan fokus di pagi hari. Tanpa asupan nutrisi di pagi hari, metabolisme tubuh tidak terpacu dan kamu bisa merasa lesu.
Saat makan siang tiba, rasa lapar berlebihan bisa membuatmu makan berlebihan, yang justru membuat tubuh kembali lemas. Mulailah hari dengan sarapan seimbang untuk memberikan tubuh bahan bakar yang dibutuhkan.
3. Hidup dalam kekacauan
Lingkungan yang berantakan dapat menciptakan pikiran yang kacau, menyebabkan perasaan kewalahan dan malas. Setiap barang yang tidak pada tempatnya seolah menjadi tugas kecil yang belum selesai, menguras energi mental secara perlahan.
Coba bereskan dan rapikan ruang hidupmu. Lingkungan yang rapi dan terorganisir dapat merangsang aktivitas dan mengurangi rasa malas. Mulailah dengan merapikan satu area kecil dan lihat bagaimana hal itu memengaruhi tingkat energimu.
4. Gaya hidup terlalu menetap
Di dunia modern, kita bisa bekerja, berbelanja, bersosialisasi, dan menghibur diri tanpa harus meninggalkan sofa. Meski nyaman, gaya hidup yang terlalu menetap dapat membuat kita merasa lelah dan malas terus-menerus.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
