Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 27 Oktober 2024 | 21.18 WIB

Benarkah Multitasking dapat Menurunkan IQ dan Menghambat 40 Persen Produktivitas Seseorang? Simak Penelitiannya

Ilustrasi multitasking (Forbes) - Image

Ilustrasi multitasking (Forbes)

JawaPos.com- Setiap harinya seseorang dihadapkan pada kesibukan dan tugas yang menumpuk, dan mereka bisa saja beralih dengan sangat cepat dari kesibukan atau tugas pertama ke tugas kedua. Kesibukan dalam satu waktu inilah yang disebut dengan praktek multitasking.

Penelitian yang dikutip JawaPos.com, Minggu (27/10) di laman thesector.com menyebutkan, bahwa multitasking dapat menghabiskan hingga 40 persen waktu produktif yang tersedia, dan setara dengan penurunan 10 poin IQ dari kinerja kognitif.

Penelitian yang dilakukan oleh Dr Tomas Chamorro-Premuzic, selaku Chief Innovation Officer di Manpowergroup, dan profesor psikologi bisnis di University College London dan Columbia University menunjukkan, bahwa multitasking (mengerjakan tugas produktif) dapat membagi sumber daya perhatian dan membuat orang kewalahan.

Sementara itu Dr. Chamorro-Premuzic dalam karyanya 'AI, Automation, and the Quest to Reclaim What Makes Us Unique', yang mencatat bahwa antara 60 hingga 70 persen pekerja melaporkan gangguan di tempat kerja.

Terdapat sejumlah jebakan multitasking, yang diuraikan oleh Dr. Chamorro-Premuzic yakni retensi pengetahuan yang lebih rendah, kelelahan, tidak fokus saat rapat panjang, perhatian Anda teralihkan, serta menghasilkan produktivitas yang rendah waktu rapat.

Sebaliknya, untuk membangun budaya keterlibatan dan produktivitas, Dr Chamorro-Premuzic mengatakan para pemimpin harus menilai kembali pendekatan mereka terhadap rapat dan manajemen tugas. 

“Sangat penting untuk menumbuhkan lingkungan di mana kerja keras lebih dihargai daripada ilusi kesibukan,” kata dia.

Sejalan dengan hal itu, dilansir dari laman forbes.com, juga mengungkapkan hal yang sama tentang multitasking.

Multitasking dapat memperburuk produktivitas sebuah bisnis. Alih-alih membantu produktivitas, multitasking malah menghambatnya hingga 40%.

Disisi lain hal ini memberatkan bagi karyawan. Multitasking meningkatkan stres sekaligus mengurangi pencapaian dan makna.

Selain itu multitasking ini juga berbahaya bagi otak. Multitasking dapat merusak kemampuan kognitif dan menurunkan IQ.

 ***
 
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore